Melihat Kepatuhan Jadwal Sidang di PN Rantau Prapat

Jaksa Sering Terlambat, Molor Hingga 4 Jam

Para pengunjung Pengadilan Negeri (PN) Rantau Prapat, yang biasanya terdiri dari para keluarga terdakwa maupun saksi, setiap hendak mengikut jalannya sidang selalu dikecewakan. Sebab jadwal yang tertera dalam surat undangan dan papan pengumuman, selalu saja molor 3 hingga 4 jam.

Salahsatu contoh menimpa seorang pengunjung sebut saja Barji (33), dirinya dijadwalkan akan mengikuti persidangan sebagai saksi, Senin pagi (13/10). Sial betul saat itu, ternyata, Barji hanya bisa kecewa dengan pihak Pengadilan Negeri Rantau Prapat. Karena hingga pukul 13.00 WIB, sidang belum juga dimulai.

“Padahal, dalam surat panggilan sidang itu pagi direncanakan akan digelar. Tapi saya kecewa dengan pelayanan di pengadilan ini. Saya sudah datang pagi-pagi hari sekali, eh tak tahunya sampai jam 1 siang belum dimulai juga sidangnya,” keluhnya. Barji padahal hari itu harus meninggalkan pekerjaannya untuk memenuhi panggilan sidang.

Selain merasa dirugikan karena waktunya sudah banyak terbuang, Barji juga terpaksa harus memendam perasaaan. “Namanya saja nunggu, sudah pastilah tak enak. Selain resah, kita juga tak bisa kemana-mana. Wah, maunya ini segera diperbaiki, sehingga tidak banyak orang dirugikan,” katanya.

Kepala PN Rantau Prapat Meostofa SH melalui Humas Syahrul Rizal SH, saat dikonfirmasi METRO di ruang kerjanya menolak dipersalahkan dalam hal terlambatnya jadwal persidangan. Menurutnya, PN telah menjadwalkan proses persidangan setiap harinya dimulai sejak pukul 09.00 WIB.

Namun kata dia, jadwal itu tidak bisa ditepati akibat Jaksa selalu terlambat datang dan menghadirkan para terdakwa ke meja pengadilan. Jaksa baru dapat menghadirkan terdakwa setiap harinya rata-rata pada pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB.      “Bagaimana lagi. Kalau kami sejak dahulu telah menjadwalkan sidang sejak pukul 9 pagi. Namun  kita kan hanya menunggu. Semuanya tergantung Jaksa selaku penuntut untuk mengahdirkan terdakwa dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas),” katanya.

Dikatakan dia lagi, alasan yang diterima PN tentang keterlambatan itu selama ini adalah, para tahanan terlambat dikarenakan harus menyelesaikan makan siang terlebih dahulu pada pukul 12.00 WIB, baru bertolak ke pengadilan untuk menjalani sidang.

Kajari Rantau Prapat M. Ali Nafiah Pohan SH, ketika dikonfirmasi  melalui ponsel mengaku sedang berada di luar kota. “Saya sedang berada di luar kota” jawabnya singkat menolak diajak bicara karena merasa tak bertanggungjawab dengan kantor yang dipimpinnya jika sedang berada di luar kota.

Sumber di PN Rantau Prapat menyebutkan, saat Aditya Warman SH masih menjabat Kajari Rantau Prapat, Aditya sering datang ke PN untuk mengontrol jadwal kehadiran para anggotanya dari Kejaksaan untuk bersidang di PN Rantau Prapat. Namun selama kepemimpinan M Ali Nafiah Pohan, hal itu tidak pernah dilakukan.”Kan sebenarnya kalau Kajarinya mau kontrol, anggotanya pasti tidak berani telat,” kata sumber itu minta namanya dirahasiakan.(int)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: