RSUD Rantau Prapat Masih Pungut Biaya Berobat

Program berobat gratis lewat asuransi kesehatan keluarga miskin (Askeskin) di RSUD Rantau Prapat, tampaknya belum sepenuhnya dijalankan. Betapa tidak, Jum (35), salahseorang pasien miskin yang berobat ke rumah sakit itu tetap saja dipungut biaya berobat.

Selasa (14.10), janda beranak empat yang sehari-hari bekerja menjual jagung rebus ini mengatakan, Selasa itu saat hendak mengambil tiket untuk berobat, dirinya tetap dipungut biaya Rp3 ribu oleh petugas. Biaya itu juga dikenakan serupa dengan pasien dari keluarga mampu kata warga Lingkungan Kampung Jawa Kelurahan Padang Matinggi ini.

“Kalau yang dari keluarga mampu tak apalah. Ini awak sudah pakai Askeskin pun tetap juga harus membayar uang tiket. Katanya gratis, mana buktinya,” kata Jum kesal. Jum menjelaskan, yang mau berobat saat itu memang bukan dirinya, melainkan anaknya yang menderita penyakit payah buang air besar. Berulangkali berobat di Puskesmas lingkungan tempat tinggalnya, penyakit si anak tak sembuh-sembuh hingga akirnya dirujuk ke RSUD hari itu.

Dengan dipungutnya biaya karcis itu, Jum kontan tak jadi berobat karena ia takut saat berobat akan dipungut biaya-biaya lainnya. “Tak jadi berobat hari itu jadinya. Karena saya tak punya uang. Nanti biaya periksa diminta lagi mau bayar pakai apa. Belum lagi nebus obatnya,” kata Jum lalu berlalu.

Kepala RSUD Rantau Prapat Dr Tigor Panusunan Siregar, ketika dikonfirmasi melalui telepon selular mengenai kutipan tersebut Selasa siang, tidak mau memberikan jawaban.(ast)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: