Bupati Pertintahkan Kadis Perindag Turun ke Lapangan

Mengantisipasi Peredaran Pupuk Palsu


Untuk mengantisipasi beredarnya pupuk bersubsidi jenis Urea, Psp, dan Mob, yang tidak sesuai standar (palsu red), Bupati Labuhan Batu HT Milwan memerintahkan Kepala Dinas Perindag Labuhan Batu Darfinsyah Siregar SH, agar terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan.

Perintah terhadap Kadis Perindag tersebut disampaikan Milwan kepada Darfinsyah Siregar,SH melalui telepon selular di hadapan sejumlah wartawan saat bincang-bincang di kantin kantor Pengadilan Negeri (PN) Rantau Prapat, Kamis (16/10). Perintah itu sendiri disampaikan, sesaat setelah Milwan menerima laporan dari seorang masyarakat bernama Andi Siagian.

“Coba ambil sample (contoh) di lima tempat distribusi  pupuk resmi yang berbeda, untuk diperiksankan ke laboratorium,” tegas Milwan kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Labuhan Batu, dalam pembicaraan telepon saat itu.

Selanjutnya disebutkan Milwan, berhubung Pemkab Labuhan Batu belum memiliki laboratorium, untuk pemeriksaan pupuk yang diduga dioplos, pihaknya akan memakai pemeriksaan sample tersebut di milik salahsatu perkebunan swasta di Labuhan Batu.

Andi Siagian melaporkan kepada bupati, kerabatnya belum lama ini menggunakan pupuk bersubsidi untuk perkebunan kelapa sawit. Namun setelah pemupukan usai, tidak terlihat perkembangan terhadap tanaman. Sehingga, ia menduga pupuk yang digunakan itu palsu.

Secara terpisah, Asmui Pohan, warga Kecamatan Taluk Pulai, Kabupaten Labuhan Batu, mengaku sempat mendapat kabar yang sama dari tetangganya tentang beredarnya pupuk palsu itu di pasaran. Jelas kabar itu menakutkan dan mencemaskan warga sekitar. “Ada juga di kampung kita yang memakai pupuk jenis urea. Setelah dipakai untuk bibit samaian padi, beberapa hari kemudian bibit padinya mati seperti terbakar,”ujarnya Jum’at (17/10) siang.

Dikatakan Asmui Pohan, tiga kepala keluarga di Desa Teluk Pulai Kecamatan Kualuh Leidong, mengalami kerugian setelah menggunakan pupuk urea bersubsidi palsu itu. Sebab setelah dipupuk, bukannya bertambah berkembang, namun padi yang dipupuk menjadi mati dan seperti terbakar.

Sementara itu, Kadis Perindag Labuhan Batu Darpin Syah Siregar mengatakan, selama dirinya menjabat Kadis Perindag di Labuhan Batu, kabar tentang beredarnya pupuk palsu belum pernah terdengar. Sebab menurutnya, untuk pembuktian pupuk palsu tersebut masih susah dan harus diperiksakan ke laboratorium.

“Paling tidak kalaupun ada, kadarnya saja tidak sesuai dengan ketentuan. Makanya rencana kita, Senin (20/10) sudah memeriksakan sample ke laboratorium. Itu pun kalau mereka (laboratorium) cepat kerjanya baru bisa kita ketahui hasilnya,” terang Darpin. (ast)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: