Wah, Ratusan Juta Fee Proyek Ngalir ke Pejabat

Beban dan kewajiban membayar fee (persenan red) untuk para pejabat tinggi di jajaran Pemkab Labuhan Batu, yang harus dipenuhi setiap kontraktor dalam mendapatkan paket proyek, ternyata tidak sekedar isapan jempol belaka. Malah, cara seperti ini sudah belangsung cukup lama.

Terbongkarnya kewajiban dana siluman bagi pejabat tinggi ini, setelah DR H Fredy Simangunsong MBA, yang juga mantan Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya Labuhan Batu, kepada sejumlah wartawan di kediamannya, Kamis (16/10). “Saya bongkar ini karena saya juga beberapa kali sempat menjadi korban,” katanya.

Membayar fee pernah dilakukan Fredy, saat ia mendapat paket proyek senilai Rp11 miliar pada Tahun 2006 lalu. Kewajiban yang harus dibayarkannya pada saat itu sebesar Rp900 juta. “Saat itu hubungan saya masih baik dengan Bupati HT Milwan. Maka itu saya dapat proyek lumayan. Tapi, tetap saja tidak terlepas dari kewajiban membayar fee sebesar Rp900 juta,” katanya.

Tidak hanya itu, pada tahun berikutnya, ketika Fredy kembali mendapat beberapa proyek senilai Rp24 miliar, dia juga dibebankan uang fee yang lebih besar lagi. “Fee yang harus saya bayar lebih besar. Tapi memang belum seluruhnya saya lunasi. Cuma baru Rp700 juta yang saya bayarkan,” tambahnya. Kekurangan penulanasan fee itu kata Fredy, tak lain karena beberapa sub kontraktor yang menjadi rekan belum mau membayar.

Tapi sebagai petarung yang tak ingkar janji, Fredy mengaku akan tetap membayar kekurangan tersebut jika rekanan telah membayar kepadanya. “Saya akui masih ada yang belum saya bayar, tapi karena uang itu memang belum disetorkan beberapa pihak rekanan. Yang jelas akan saya bayar, tapi tunggu dulu yang lain membayar kepada saya,” tambah Fredy seraya mengatakan kalau tunggakan itu membuat reputasinya sebagai kontraktor kakap rusak. “Di luar sana saya sudah dicap tidak membayar hutang, apa boleh buatlah, saya kurang suka dibeginikan,” ujar Fredy.

Namun sangat disayangkan, Fredy belum berani mengatakan secara terang-terangan siapa pejabat tinggi yang disebutnya itu. Tapi yang pasti, bukti setoran slip rekening atas nama si pejabat saat ia menyetorkan uang, masih ia simpan dengan rapi hingga saat ini.

“Sabar ya, terpenting, yang Rp700 juta itu jelas saya setorkan ke rening siapa dan untuk siapa. Itu nanti yang akan saya buktikan,” tegas tokoh pemuda Labuhan Batu ini. Dikatakan dia, membongkar kasus ini sengaja dilakukannya menyusul ketegangan antara dirinya dengan Bupati Labuhan Batu HT Milwan. Fredy menduga, Milwanlah sebagai dalang intelektual pencopotan dirinya sebagai ketua DPD IPK Labuhan Batu. Namun sayangnya, Milwan sendiri mengaku tak tahu menahu tentang pencopotan Fredy.

Sementara itu Bupati Labuhan Batu HT Milwan, yang dikonfirmasi lewat Kabag Humas Drs Sugeng, tentang adanya kewajiban membayar fee buat pejabat tinggi, belum mau berkomentar. (ast)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: