Dana Pembangunan Madrasah ‘Disunat’

Terbengkalainya pembangunan sarana dan prasarana Madrasah Aliyah Swasta (MAS) di Kelurahan Kampung Masjid Kecamatan Kualuh Hilir Labuhan Batu, diduga keras akibat adanya penyelewengan dana secara berjamaah. Demikian dikatakan seorang narasumber  di lapangan, Minggu (19/10).

SC (50), narasumber tersebut menjelaskan, dana sebesar Rp50 juta awalnya dicairkan dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara (Dinsos Sumut red), untuk membantu pembangunan sarana prasaran sekolah khusus agama Islam itu. Namun pada kenyataannya, uang bantuan itu hanya diterima kepala sekolah yang bersangkutan sebesar Rp25 juta, kekurangannya sebesar Rp 25 juta lagi, telah disunat sejumlah orang.

Menurut sumber, dana itu pertama sekali dipotong sebesar Rp20 juta untuk 4 staf di kantor Gubernur Sumut. “Kalau informasi yang saya dapat, pemotongan untuk 4 orang staf di kantor Gubernur Sumut itu, sebagai jasa keempatnya dalam membantu memperlancar proses pencairan dana itu. Sekaligus, pengikat kerjasama agar di kemudian hari saat mengajukan bantua kembali, tidak akan dipersulit,” kata SC.

Sementara sisanya Rp5 juta lagi, sebesar Rp2 juta diberikan kepada tiga orang anggota komite sebagai uang transport, dan Rp3 juta untuk kepala sekolah atas jerih payahnya menggagas dan menggolkan pencairan dana itu.

Sementara itu Kepala Madrasah Aliyah Amri Pase Spd, ketika dikonfirmasi melalui seluler minggu(19/10), membantah keras keterangan SC itu. Amri malah mengaku kalau bantuan yang diterima bulat Rp50 juta tanpa ada pemotongan.

“Uang yang Rp50 juta itu telah saya bangunkan semuanya ke sarana prasarana sekolah, tapi memang belum saya buat laporan pertanggungjawabannya. Begitupun, saya siap diaudit kok,” katanya tegas. Namun sejauh ini, Amri belum bisa menerangkan mengapa pembangunan sarana dan prasarana berupa ruang kelas dan lain sebagainya terbengkalai pengerjaannya hingga kini.

Kepala Kejaksaan Negeri Rantau Prapat, M Ali Nafiah Pohan SH MHum, ketika dimintai tanggapannya tentang adanya bantuan Dinsos yang diselewengkan menegaskan, jika hal itu benar terjadi, itu adalah suatu bentuk perbuatan yang melanggar hukum. “Kita akan segera melakukan penyelidikan dan mengumpulkan data dan bukti untuk dipelajari terlebih dahulu,” tegas Ali. (Zul

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: