Ratusan Rumah Warga Bilah Hilir Labuhanbatu Kebanjiran

Ratusan rumah penduduk warga Desa Negeri Lama Seberang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, terendam banjir akibat hujan yang turun hampir setiap hari. Banjir menggenangi rumah-rumah warga sejak hari Minggu lalu hingga kemarin belum surut betul. 

Pantauan wartawan, pemukiman penduduk dilanda banjir dengan genangan air relatif tinggi pada setiap dusunnya.

“Desa kami 9 dusun, dan saat ini delapan dusun dilanda banjir yang cukup tinggi dan air sudah masuk ke dalam rumah warga,” kata Kepala Desa Negeri Lama Seberang, Akhyar Ritonga, kepada wartawan, kemarin, di lokasi banjir. Banjir itu, katanya, mulai menggenangi rumah-rumah penduduk sejak Minggu (19/10).

Menurut Akhyar, banjir yang melanda desanya sudah hampir 1 bulan dan hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan surut.

Selain Desa Negeri Lama Seberang, beberapa desa di Kecamatan Bilah Hilir juga dilanda banjir, seperti Dusun Blok 18 Desa Perkampungan Bilah, Desa Perkebunan Sennah dan Kelurahan Negeri Lama.

Menurut para warga, sampai saat ini Pemkab Labuhanbatu sekalipun belum pernah turun ke lapangan meninjau keadaan warga yang dilanda banjir. Para warga korban banjir ini butuh bantuan.

Warga Desa Negeri Lama Seberang, Nganjur Purba, merasa kecewa terhadap sikap Pemkab yang sama sekali tidak peduli terhadap desa mereka yang setiap tahunnya dilanda banjir.

Katanya, tahun 1999 silam, desanya dilanda banjir yang cukup besar, ketinggian air mencapai 2 meter menggenangi ratusan rumah penduduk. Banjir itu, 2 bulan lebih baru surut.

Ketika desa ini dilanda banjir yang cukup besar itu, perekonomian masyarakat down (menurun, red). Pihak Pemkab sama sekali tidak ada yang turun ke lapangan melakukan penyuluhan dan memberikan bantuan kepada warga korban banjir, apakah berupa sembako maupun obat-obatan.

“Saat ini banjir di desa kami sudah hampir 1 bulan, satu bungkus mie instant pun tidak ada bantuan dari Pemkab. Sedangkan saat ini warga perlu bantuan apalagi obat-obatan. Atau, mungkin desa kami ini gak ada di dalam peta kabupaten ini ya..? Buktinya, desa kami gak pernah dapat bantuan meski tiap tahun kebanjiran,” kesalnya.

Sementara itu, aktivis setempat menyayangkan sikap Pemkab yang terkesan ‘lipat tangan’ atas apa yang dialami warga Bilah Hilir saat musim hujan belakangan ini. “Para korban banjir itu, sangat mengharapkan perhatian serius dari pemerintah,” kata Viktor Situmorang.

Menurutnya, warga tersebut bukan hanya butuh bantuan sembako, tetapi juga obat obatan, mengingat dampak negatif yang sering timbul akibat banjir adalah penyakit gatal-gatal, diare, ISPA, malaria, filariasis dan DBD. Padahal DBD bisa mematikan manusia.

“Kita menyayangkan sikap Pemkab Labuhanbatu yang kurang tanggap, warga yang dilanda banjir saat ini butuh perhatian serius dan bantuan baik sembako maupun obat-obatan, tapi dimana para pejabat-pejabat itu saat ini,” tandasnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: