Distribusi Kartu Jamkesmas di Labuhanbatu Baru 63%

Distribusi kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di Labuhanbatu baru mencapai 63,35%. Padahal, seluruh kartu Jamkesmas seharusnya sudah diterima masyarakat paling lambat 30 September 2008.

“PT Askes tidak mengindahkan surat edaran Menteri Kesehatan (Menkes). Seharusnya kartu sudah sampai ke tangan peserta Jamkesmas paling lama 30 September 2008 lalu,” ujar Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Labuhanbatu, Yarham, Jumat (24/10), di Rantauprapat.
Sesuai pendataan DKR, distribusi kartu Jamkesmas di delapan desa dan lima puskesmas di daerah itu baru sekitar 63,35%. Padahal, PT Askes mendapatkan dana untuk mendistribusikan kartu itu di Kabupaten Labuhanbatu.
“Jumlah dana distribusi itu sepengetahuan kami sekitar Rp 77 juta,” ungkapnya.
Menurut Yarham, lambatnya pendistribusian itu tidak terlepas dari pihak PT Askes yang mengajukan permohonan kepada Pemkab Labuhanbatu untuk meminta bantuan pihak ketiga. Pemkab Labuhanbatu selanjutnya menunjuk Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinkes sendiri menunjuk puskesmas.
Pada akhirnya, yang diminta untuk mendistribusikan kartu Jamkesmas itu kepada masyarakat adalah puskesmas pembantu. “Kami menduga dana penyaluran tidak sampai ke puskesmas, sehingga kartu tidak seluruhnya dibagikan. Ini menggambarkan kinerja PT Askes Rantauprapat sangat buruk dan akhirnya merugikan masyarakat,” ujarnya.
Asisten Area Manager PT Askes Rantauprapat Ronal Siregar menyatakan, pendistribusian kartu sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinkes. “Kami sudah menunjuk Dinkes untuk distribusi kartu. Merekalah yang bertanggung jawab.Tanyakan saja mereka,” katanya.
Pegawai Dinkes Labuhanbatu, Helifenida, mengatakan, kartu yang telah tersalur hingga kini sekitar 90,5%. “Kami berupaya agar besok seluruh kartu telah tersalurkan ke masyarakat. Kalau 100%, saya kira tidak mungkin, karena ada warga yang telah meninggal dan juga berubah peningkatan hidup,” paparnya.
Wakil Kepala Dinkes Labuhanbatu Daniel Hamonangan Manurung menjelaskan, tidak maksimalnya pendistribusian kartu disebabkan tidak sesuainya identitas dan nama yang ditulis di kartu. “ Ada perpindahan rumah penduduk peserta yang tidak diketahui serta prosedur yang terlalu ketat. Soal biaya distribusi sudah kami salurkan,“ ujarnya.(MB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: