BLT Dialihkan Kinerja Kades Aek Goti Labuhanbatu Disoro t Warga

Pembagian uang bantuan langsung tunai (BLT) tahun 2008, masih menyisakan persoalan. Beberapa warga Desa Aek Goti, Kecamatan Silangkitang, Labuhanbatu, menuding kepala desa (Kades) mereka mengalihkan dana kompensasi bahan bakar minyak (BBM) dari pemerintah pusat itu kepada warga lainnya.
Dari sekitar 320 warga miskin di desa itu berstatus miskin dan memiliki kartu kendali pengambilan dana BLT tahap I, namun pada pembagian tahap II bulan September 2008, sekitar 62 sejumlah warga tidak menerima BLT yang dialokasikan Rp300.000 per pemilik kartu kendali per 3 bulan.
Alhasil, beredar rumor di tengah-tengah masyarakat, kebijakan Kades itu mendilema. Sebab, tanpa melakukan musyawarah di tingkat desa, pengalihan peruntukan dana itu dilakukan tanpa persetujuan warga. Banyak warga mensinyalir dana BLT itu dialihkan kepada warga lainnya yang juga masih masuk kategori miskin.
Salah seorang warga yang tidak ingin namanya disebut, mengatakan, oknum Kades setempat sudah mengecewakan 62 warganya yang akhirnya tidak mendapat BLT. Meski berdalih untuk dibagikan kepada sejumlah warga miskin lainnya, tapi hal itu di luar kewenangan aparatur desa.
“Kades tidak bisa mengalihkan peruntukan dana BLT kepada yang bukan pemilik kartu kendali. Jadi, persoalan ini sudah di luar dari tugas yang dimilikinya. Dari itu, kebijakan Kades sudah layak untuk dipertanyakan,” ujarnya.
Apalagi, katanya, menambahkan, persoalan itu sempat berkembang ketika warga setempat melakukan acara desa. Di sana, beberapa warga mempertanyakan pengalihan dana itu.
“Sempat pada acara desa masalah itu mencuat ke permukaan. Makanya, pihak aparatur desa selayaknya mempertanggungjawabkan masalah pengalihan itu,” tandasnya.
Kades Aek Goti Irwan Efendi Siregar ketika dikonfirmasi wartawan mengakui kebijakan pengalihan dana BLT dari 62 pemilik kartu kendali penerima ke orang lain. Alasannya, 62 itu sudah beralih status ekonomi dari tidak mampu ke taraf yang lebih mampu. Ada juga terdapat sejumlah nama yang telah pindah status kependudukannya. Soalnya, data base penentuan daftar penerima BLT memakai data kependudukan tahun 2004.
“Dari 328 orang pemilik kartu kendali BLT tahap I, 62 orang memang telah dialihkan kepada penerima yang lainnya. Soalnya, statusnya tidak lagi sebagai penduduk setempat dan juga telah meningkat taraf ekonominya,” ujar Kades.
Pihaknya juga telah melakukan cek lapangan mendata warga miskin. Sehingga, data yang dihasilkan dilakukan pengajuan dan pelaporan ke Kantor Pos. “Kita juga telah mengusulkan pengalihan dana BLT itu kepada Kantor Pos,” tegasnya.
Dalam pengambilan BLT di desa itu, katanya, pihak Kantor Pos Rantauprapat yang mengantarnya ke aparatur kecamatan yang langsung berkoordinasi dengan kantor desa. Untuk dapat mengambil BLT, aparatur desa membekali surat keterangan kependudukan kepada 62 warga yang akan mengambil dana kompensasi BBM itu. (s25/q)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: