Ketua PPP Labuhanbatu ‘Digoyang’ Penggunaan Anggaran

Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Labuhanbatu Roni Harahap dituntut pengurus lainnya untuk mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran partai yang diduga sarat penyimpangan. Roni dinilai tidak trasnparan dalam menggunakan kas partai.

“Terlalu banyak nilai bantuan atau anggaran yang diterima partai, hingga miliaran rupiah sejak tahun 2004, tidak jelas pertanggungjawaban penggunaannya. Partai dijadikannya seolah-olah milik pribadi,” ujar Wakil Ketua DPC PPP Labuhanbatu, Muniruddin SAg, Minggu (26/10), di Rantauprapat.
Munir yang juga anggota Fraksi PPP DPRD Labuhanbatu periode 1999 – 2004 ini mengatakan, DPW dan DPP PPP seharusnya sudah meminta pertanggungjawaban Abdul Roni. Pasalnya, dugaan penyimpangan penggnaan anggaran itu sudah lama dituduhkan kepada Roni.
Ia menyebutkan dana bantuan sebesar Rp 900 juta dari salah saatu calon bupati, pada suksesi di Pemkab Labuhanbatu tahun 2004. Menurutnya, sana itu digunakan Abdul Roni untuk membayar hutangnya kepada salah seorang anggota DPRD setempat dalam misinya meloloskan dirinya menjadi Ketua DPRD Labuhanbatu.
“Penggunaan dana ini yang sangat kami sayangkan. Dana itu kan untuk partai, tapi kok malah digunakannya untuk membayar utangnya guna meloloskan dirinya menjadi ketua DPRD,” tuding tokoh pemuda pesisir pantai Labuhanbatu ini.
Munir memaparkan, penggunaan anggaran lainnya yang jumlahnya cukup besar, juga tidak jelas pertanggungjawabannya. Di antaranya, dana bantuan pemerintah sebesar Rp 126 juta per tahun. Dana ini telah diterima selama tiga tahun berturut-turut (2006-2007-2008).
Kemudian, dana pemotongan sebesar 30% dari pendapatan para kader PPP yang duduk di fraksi PPP DPRD. Pemotongan ini berlangsung setiap bulannya sejak 2004 hingga sekarang ini. Begitu juga dengan dana bantuan untuk suksesi pilgubsu baru-baru ini.
Hasil monitoring Munir hingga ke seluruh tingkat PAC, tidak ada kegiatan partai selama empat tahun belakangan yang diperkirakan mampu menyedot dana ratusan juta hingga miliaran.
“Lantas dikemanakan seluruh dana yang diterima tersebut? Sementara semua itu kan untuk kepentingan dan kelangsungan partai. Kami sagat berharap adanya pertanggungjawaban secara tertulis untuk diserahkan ke masing-masing PAC, DPW dan DPP partai”, tandas Munir.
Abdul Roni Harahap yang dikonfirmasi MedanBisnis membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ketua DPRD Labuhanbatu ini mengatakan, dirinya telah mempertanggungjawabkan penggunaan seluruh dana tersebut.
“Semuanya sudah saya pertanggungjawabkan dan saya juga sudah dipanggil DPP PPP. Soal dana pilkada itu, juga sudah saya jelaskan pada muscab belum lama ini. Sedang dana pilgubsu, semuanya langsung ke tangan tim sukses, tidak ada sama saya,” sanggah Roni.
Disinggung tentang penyebab munculnya tudingan-tudingan yang dilontarkan jajarannya, dengan singkat Roni mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya adalah organisasi politik. Jadi, semuanya berbau politik.(mb)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: