Nunggak, Ratusan Sepedamotor Disita

metro/Zulkifli)

(Disita-Sejumlah sepedamotor tampak terparkir di depan Adira Rantau Prapat. Kendaraan ini ditarik dari konsumen karena tunggakan kredit tak mampu dilunasi hingga mencapai 3 bulan bahkan lebih. Lemahnya kemampuan masyarakat membayar angsuran sepedamotornya dipicu dari anjloknya harga sawit dan karet

Anjloknya harga sawit yang kini hanya mampu di level Rp250 per kilogram, sangat mengganggu geliat pemasaran sepedamotor di Labuhan Batu.

PT Cakra Adi Dharma, salahsatu perusahaan pembiayaan di Jalan Ahmad Yani, Rantau Prapat, kini mengaku sepi permintaan dari konsumen. Bukan itu saja, kelancaran tagihan kini juga jadi permasalahan

Fredy(24), pejabat kepala oprasional di perusahaan itu ditemui di kantornya, Minggu(26/10) mengatakan, Sudah hampir satu bulan belakangan ini, pihaknya hanya mampu memasarkan 3 unit sepedamotor kepada konsumen. Padahal bulan sebelumnya, saat harga sawit dan karet standar, sepedamotor yang tersedia di perusahaan itu mampu tejual sampai 15 unit.

Fredy berkeyakinan, untuk pembayaran kredit dari konsumen juga pasti akan mengalami kesulitan, karena jangankan untuk membayar kredit, mencukupi kebutuhan sehari-hari saja pasti akan menjadi kendala utama bagi masyarakat saat ini. “Mayoritas mata pencaharian masyarakat Kabupaten Labuhan Batu adalah petani buah kelapa sawit, sekarang harganya anjlok, persoalan ini pasti akan berdampak buruk terhadap berbagai sektor yang akan menjadi tugas pemerintah untuk segera mengatasinya,”ucapnya.

Sementara itu, PT Adira Finance(rekanan/leaching) yang terletak di Jalan Ahmad Yani Rantau Prapat, mengalami hal serupa. Bahkan saat ini perusahaan itu sudah banyak menarik sepedamotor dari tangan konsumen yang tak mampu membayar.

Safarudin(26), salah seorang security PT Adira Finance, yang sehari-harinya bertugas menjaga kantor itu  mengutarakan, bahwa dalam setiap harinya ada saja sepedamotor yang disita dari konsumen. Namun, safar tidak dapat menyebutkan berapa banyak unit kendaraan yang disita setiap harinya.

JM Sitorus, petani sawit yang gagal panen akibat menurunnya harga sawit, di kediamannya  menceritakan keluh kesahnya. JM Torus mengaku merasa benar-benar terpukul dengan kondisi yang sekarang dialaminya. Dua orang anaknya yang sedang kuliah di Medan, pada setiap bulannya memerlukan biaya hampir Rp3 juta. Belum lagi kredit sepedamotor yang harus ia bayar Rp500.000 setiap bulannya.

“Kalau begini terus harga sawit, bisa mati aku,” ungkap Torus hilang kontrol. “Kalau aku tidak punya iman dan ingat Tuhan, mungkin sudah sebulan yang lalu aku bunuh diri,” ucap Torus lagi sambil menatap seorang pria yang membawa kwitansi penagihan kredit sepedamotornya yang sudah 2 bulan nunggak. (Zul)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: