Bupati Mengaku Tak Pernah Dapat Komisi Proyek

Milwan: Banyak yang Saya Urusi

Sekian lama berdiam diri tak menggubris berbagai tudingan miring terhadap dirinya, Bupati Labuhan Batu HT Milwan akhirnya angkat bicara. Secara khusus, Milwan membeber satu per satu tuduhan yang pernah dilontarkan Freddy Simangunsong terhadap dirinya.

Milwan pertama sekali menjelaskan tuduhan Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) itu seputar fee proyek yang mengalir kepadanya. Dengan tegas, Milwan mengatakan kalau hal itu tak pernah ada. “Tidak ada itu, saya tidak ada menerima fee proyek dari Freddy,” kata Milwan secara khusus ditemui  di ruang kerjanya, Senin (27/10).

Tiba-tiba, Milwan  secara khusus ke ruang kerjanya. Padahal, hampir dua pekan ini Milwan terkesan dingin menyikapi berbagai tuduhan dari tokoh pemuda itu. Masih kata Milwan, tentang pertemuannya di salahsatu rumah makan di Medan, tak sekali pun Milwan mengaku di hadapan Freddy kalau setoran komisi proyek yang dikerjakan Freddy telah diterima dua keponakannya. “Tidak mungkin saya mewajibkan komisi sebesar Rp1,1 miliar, lalu minta diserahkan kepada keponakan saya,” tambahnya.

Saat pertemuan di rumah makan yang terletak di inti Kota Medan itu, Milwan juga tak pernah mengundang Freddy, seperti yang selama ini dilontarkan Freddy kepada media. “Saya juga heran, padahal waktu di rumah makan itu, saya hendak bertemu Darwin (pejabat IPK Sumut red). Tapi tiba-tiba saja, dia (Freddy red) mengikut dalam pertemuan itu,” kata Milwan lagi.

Menyangkut tuduhan Freddy yang juga menyebut kalau dirinyalah yang menjadi aktor dari upaya pencopotan Freddy dari jabatan Ketua DPD IPK, Milwan juga membantah hal itu secara keras. “Pencopotan itu murni internal IPK, bukan urusan saya. Sebagai bupati, masih banyak urusan saya yang lain,” katanya menambahkan.

Apalagi mengenai pemberian proyek senilai Rp15 miliar kepada Budi, Sekjen IPK Sumut, sebagai imbalan dari Milwan atas suksesnya pencopotan Freddy dari jabatan Ketua DPD IPK, hal itu dimentahkan Milwan dengan cepat. Begitu juga dengan pernyataan Freddy yang mengatakan adanya perjanjian Milwan memberi dan mengalihkan jatah proyek kepada H Enteng Saaluddin, mantan sahabat Milwan yang menjadi rivalnya di Pilkada Tahun 2005, hal itu juga tidak benar adanya. “Jadi saya pastikan itu semua tidak ada yang benar,” ujar Milwan mengakhiri.

Sementara itu Freddy Simangunsong, hingga Senin sore belum berhasil dimintai tanggapannya mengenai bantahan Milwan tersebut. Dihubungi hendponenya, juga tidak aktif.

Sekedar mengingatkan, Freddy Simangunsong pernah menuding Milwan mematok komisi proyek senilai miliaran rupiah padanya. Bahkan, komisi itu telah diberikan Freddy dengan berbagai cara. Ada lewat keponakan, nomor rekening dan lain sebagainya. Selain itu, Freddy juga mensinyalir, kalau Milwanlah yang telah memengaruhi pejabat IPK Sumut untuk mencopotnya dari jabatan Ketua DPD IPK. Sebagai imbalannya, Milwan memberikan paket proyek senilari Rp15 milar kepada Sekjen IPK Sumut . Namun ternyata, pernyataan Freddy tersebut, dibantah Milwan secara tegas. (ast/zul)

Konflik Freddy- Milwan bisa Dimanfaatkan

Konflik antara DR (HC) Freddy Simangunsong dengan Bupati Labuhan Batu HT Milwan, dikhawatirkan dapat dimanfaatkan pihak ke tiga yang hendak mengambil keuntungan pribadi. Untuk itu, kedua belah pihak harus lebih mengendapankan pikiran jernih dan jangan sampai membawa emosi mengahadapi persoalan tersebut.”Kalau bisa, perselisihan itu diselesaikan dengan cara baik-baik. Karena kedua belah pihak dulunya begitu harmonis. Jadi jangan akibat sedikit, jadinya besar hingga lupa daratan lalu dimanfaatkan sejumlah orang untuk mengambil kesempatan,” kata Panai Area Lahmuddin Hasibuan, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cinta Tanah Air mengingatkan, Sabtu (25/10).

Selain berpotensi membuka celah bagi pihak ketiga yang ingin keduanya terus bersiteru, kondisi seperti sekarang juga sangat berpengaruh pada proses pembangunan di Labuhan Batu.

Contohnya saja sekitar 30 persen proyek fisik saat ini belum terlaksana akibat perseteruan itu. Jika pembangunan terhambat, maka akan merugikan seluruh masyarakat di daerah ini.

“Jadi sudah saatnya perselisihan ini diselesaikan secara baik-baik. Stop hujat menghujat yang hanya membawa kerugian bagi diri sendiri. Kedua tokoh ini amat dikenal di Labuhan Batu bahkan di luar daerah. Jadi tidak perlu diperpanjang,” tambah politikus berikut caleg Partai Demokrat dari Dapem 4 Labuhan Batu ini.

Sekedar mengingatkan, Freddy selama ini menuding Milwan sebagai dalang dari pencopotan jabatannya sebagai Ketua DPD IPK Labuhan Batu. Milwan sendiri, selama ini dibeberkan Freddy suka memungut komisi dari proyel yang ada di Labuhan Batu. Tapi, Milwan sejauh ini belum kunjung menyikapi tudingan Freddy sedikit pun. (FDH)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: