PE CPO Turun, Harga TBS Belum Terdongkrak

Sejak tanggal 25 Oktober lalu harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat pengumpul (Ram) di Kabupaten Labuhanbatu kembali terpuruk sebesar Rp 100 per kg. Padahal, sebelumnya harga sempat naik.

Di beberapa Ram, seperti Ram RR sejak tanggal 25 Oktober, harga pembelian TBS hanya Rp 535 per kg dari harga sebelumnya Rp 635 per kg. sedangkan di Ram BANI harga pembeliannya hanya Rp 410, Ram BI Rp 400, Ram PJ Rp 495, Ram SP Rp 610, Ram PM Rp 465, dan di Ram LS Rp 505 per kg.
Padahal sebelumnya, harga TBS masih dilevel Rp 540 per kg. Sedangkan untuk tanggal 27 Oktober 2008, harga kembali terpuruk menjadi Rp 510 atau terjadi Rp 30 per kg.
Informasi yang dihimpun di lapangan, beberapa Ram lokasi pengumpul TBS kelapa sawit juga ada yang terpaksa menghentikan aktivitasnya. Bahkan, sebagian Ram hanya melakukan pembelian buah dalam skala kecil ataupun berkala. Seperti halnya, Ram Usaha Baru dan SPBA. Untuk Ram PMK, Milano dan RSK sama sekali tidak menerima buah.
Uniknya, meski pemerintah memutuskan menurunkan pungutan pajak ekspor (PE) crude palm oil (CPO), namun harga komoditas kelapa sawit belum menunjukkan pergerakan yang berarti.
Harga patokan ekspor (HPE) minyak kelapa sawit untuk bulan November 2008 dipatok di US$ 572 per ton dengan pungutan ekspornya (PE) hanya 2,5%.
Ketua Pemuda Bulan Bintang (PBB) Labuhanbatu di Rantauprapat mengatakan, dengan terjadinya penurunan PE CPO, seharusnya turut mendongkrak kembali nilai jual sawit. “Pungutan ekspor di bulan November hanya 2,5% dari 7,5%,” jelasnya.
Tapi, lanjutnya, ketika PE CPO diturunkan tanpa dibarengi dengan kenaikan harga jual TBS kelapa sawit di pasaran, hal itu juga akan menimbulkan kekhawatiran bagi kalangan petani sawit.
“Petani tidak mengerti tentang pajak ekspor. Petani hanya membutuhkan kebijakan pemerintah yang lebih pro rakyat. Meski itu memaksa terjadinya penurun nilai berbagai kutipan yang ada,” tandasnya.
Hal yang sama dikatakan Anshari, salah seorang tokoh pemuda di Labuhanbatu Dayat Lubis. Menurutnya, pemerintah saat ini jangan lagi mengejar pendapatan kutipan dari pajak ekspor CPO. Tapi, lebih memandang bagaimana menyelamatkan prekonomian rakyat yang kian terpukul oleh anjloknya harga TBS.(MB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: