Pengangkutan kayu akasia di Jalinsum Labuhanbatu dihentikan

Dituding sebagai penyebab kerusakan  Jalinsum, seluruh pengangkutan  kayu jenis Akasia ke pelabuhan Tanjung Sarang Elang, Kecamatan  Panai Hulu, Labuhanbatu, akan segera dihentikan.
Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) antara Komisi D  DPRD L.Batu dengan pihak Kanwil III Dishub Sumut, UPPKB Aek Batu  Torgamba dan para aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), Jumat (31/10) di Aula DPRD setempat.

Dalam rapat yang dipimpin Supeno Hariadi itu terungkap, potensi  terjadinya kerusakan badan Jalinsum di L.Batu disebabkan arus  lalu lintas truk over kapasitas khususnya truk-truk berat yang  melintas menuju pelabuhan Tanjung Sarang Elang.

Kepala Kantor Wilayah III Dishub Sumut Partahian Rambe, Kepala  UPPKB Aek Batu Abdul Hadi menjelaskan, truk-truk yang membawa kayu itu kebanyakan datang dari arah Kabupaten Tapanuli Selatan.

Sementara aktivis LSM yang hadir menuturkan, ketika siang hari,  truk-truk tersebut melintas dengan beban sesuai ketentuan.  Tetapi, ketika malam hari muatannya disinyalir melebihi tonase.  “Karena itu petugas timbangan Pinang Awan Aek Batu dituding  ‘main mata’ dengan para pengusaha pemilik kayu karena meloloskan  truk yang muatannya melebihi tonase itu.

Sementara Abdul Hadi menolak tudingan itu. Malah, katanya,  pihaknya selalu menekankan muatan truk melebihi tonase agar  dikurangi. Namun, dia mengaku, petugas timbangan sempat tidak  aktif melakukan pengawasan tonase muatan truk-truk yang  melintas.

Hal itu berkaitan dengan kebijakan pemerintah untuk menutup  timbangan milik UPPKB, tepatnya sejak 24 September 2007 hingga  10 Oktober 2008. “Sejak itu truk bermuatan kayu kembali  membubung. Dari bebasnya arus lintas kayu itu, mungkin  memunculkan isu miring terhadap kami,” jelasnya.
Setelah kembali aktifnya jembatan timbangan, ujar Hadi, pihaknya  kembali menerapkan pembatasan muatan truk pengangkut kayu,  khususnya jenis akasia yang dominan datang dari Tapsel.

Akhir rakor itu, Supeno Hariady mengatakan, pihaknya dalam waktu  dekat akan mengeluarkan rekomendasi penghentian arus  pengangkutan kayu terhadap truk-truk melebihi tonase yang  melintas di Jalinsum Kecamatan Bilah Hulu-Panai Hulu menuju TSE  yang sedang dalam tahap perbaikan mutu jalan tersebut.

Selain itu, Perdasu No.14 Tahun 2007 perlu ditinjau kembali,  khususnya tentang penerapan denda muatan truk yang melebihi  tonase. Sedangkan, kepada jajaran Kanwil III Dishub Sumut di  Labuhanbatu diminta agar meningkatkan kinerja petugasnya di lapangan.
(wir/a27)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: