Ribuan ha hutan rawa Aek Natas terancam punah

Ribuan hektare hutan rawa yang membelah Kecamatan Kualuh Selatan dan Aek Natas Kab. Labuhan Batu terancam punah sebab para perambah hutan diduga sudah tahunan melakukan penebangan liar.

Demikian hasil pantauan tim Polres Labuhan Batu dipimpin Kapolres AKBP Toga H. Panjaitan, SH bersama Kasat Reskirm AKP Mara Jungjung Siregar, Kanit Tipiter Iptu Hery, Kanit Res/Intel Polsek Kualuh Hulu Iptu Agus  S  dan Kasi Perpetaan dan inventaris hutan Dinas Kehutanan  Labuhan Batu Ir.L.Tinambunan, Kamis (30/10).

Peninjauan TKP berawal dari penangkapan dua truk kayu  sarat muatan kayu rawa jenis ceng wan (kayu rimba campuran) tanpa dokumen di Jalan Umum Siranggong, Desa Damuli Pekan Kec. Kualuh Selatan, Selasa (28/10) sekira pukul 01:00. ” Kayu bulat dari truk Dyna BK 8346 YD memuat 13 batang ukuran 2,68 M3 dan truk colt diesel BG 8086 LC memuat 25 batang ukuran 3,40 M3 mengamankan 7 tersangka setelah diperiksa di Polsek Kualuh Selatan langsung diboyong ke Mapolres L. Batu,” papar Kapolres.

Adapun ketujuh tersangka itu yaitu SSS , 28, sopir truk Dyna, warga Damuli Pekan, RM,31, sopir colt diesel, FS,22, Sam, 28, AA,18, MD, 32, BFA ,18, tukang bongkar muat, dan warga Damuli Pekan Simangalam. Sementara toke kayu A Pin yang diduga sebagai pemodal dan pemilik kilang kayu di Desa Damuli Pekan yang kini sedang diburu petugas.

Berdasarkan penangkapan tersebut, papar Kasat,  dibentuklah tim untuk melihat sejauh mana parahnya kerusakan hutan rawa yang selama ini tempat hidup habitat satwa air yang kini hutannya nyaris punah. Dengan menepuh perjalanan selama sekira tiga jam  atau jarak tempuh sekira 83 Km dari Rantauprapat ke Desa  Simangalam Dusun I, Kec. Kualuh Selatan. Tepat pukul 11:30 tim sampai di hujung Dusun I Simangalam.
Tim peninjau usai makan siang segera merental boat penduduk dusun yang berjumlah 50 KK itu dan menyisir hutan rawa. Hutan rawa seluas sekira 3.000 ha yang menyatukan hutan rawa Aek Natas  dan Kualuh Selatan ditemukan, penebang liar sudah nyaris menggunduli seluas 300 ha.

Menurut penduduk setempat, aksi perambahan hutan sudah lama berlangsung. Biasanya warga setempat dipergunakan sebagai penenbang kayu rawa. Upah yang diperoleh sangat minim. Kerja yang berat membawa kayu rawa ke dusun itu dengan jarak tempuh puluhan kilometer hanya dihargai Rp15.000 per batang.
” Kami terpaksa melakukan demi sesuap nasi,” papar warga yang enggan disebutkan jati dirinya. Biasanya mereka membawa kayu 5 hingga 15 gelondong kayu yang dibawa dua orang pekerja.

Kepala Desa Simangalam Arsinius Marpaung yang baru menjabat kades lima bulan lalu menjelaskan kepada Waspada, kasus perambahan hutan sudah berulangkali dilaporkan  aparat desa  kepada petugas namun tidak pernah ditanggapi.

Disinggung penebangan kayu dapat menambah kas desa, Arsinius Marpaung dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada rupiah yang diperoleh dari penebangan liar.
” Kami sendiri tak kenal siapa toke yang membiayai pekerja,” katanya. Sembari menujukkan bekas sampah belahan mesin sincho yang banyak berserakan di rawa-rawa yang berjarak sekira 500 meter dari perkampungan dusun tersebut.

Kasi Perpetaan dan Inventaris Hutan Dinas Kehutanan Labuhan Batu Ir. L.Tinambunan mengatakan, di areal hutan rawa terdapat kawasan hutan produksi tetap, kalau pada peta buatan Belanda namanya Register 5 Kualuh namun sepengetahun saya belum ada pemilik modal yang mengajukan IPK (Izin Penebangan Kayu) agar legal kayu yang diambil dari hutan rawa.

Hasil JPS, papar Tinambunan, BT 99 ‘43 menit 42,7 detik dan LU 2′ 27 menit 1,7 detik. Namun kita belum bisa memastikan apakah lokasi perambahan masuk kawasan atau tidak nanti disesuaikan dengan peta dulu, paparnya.
(wir/a26)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: