Jembatan Timbang Pinang Awan Rawan Pungli

UPT Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (PPKB) Wilayah III Pinang Awan, Kecamatan Kota Pinang, Labuhanbatu, diduga rawan pungutan liar (pungli). Di tempat itu, setiap sopir truk bermuatan kayu melebihi tonase harus mengeluarkan uang berkisar Rp 200.000 hingga Rp 250.000 agar diizinkan melintas.

“Biasanya kami harus membayar sebesar Rp 200.000 sampai Rp 250.000 per truk. Uang itu dibayarkan saat kami masuk ke jembatan timbang. Baru kemudian kami bisa melintas dari jalinsum ini,” papar seorang sopir truk pengangkut kayu bermarga Hutabarat, beberapa waktu lalu di lokasi jembatan timbang Pinang Awan.
Ironisnya, saat MedanBisnis berada di lokasi itu, puluhan sopir berikut truk bermuatan kayu jenis akasia tampak mengantre di sekitar jembatan timbang. Satu hal yang mengundang keheranan sejumlah sopir truk. Pasalnya, baru kali ini mereka harus mengantre. Sejumlah sumber menyebutkan, antrean itu terjadi akibat ada sekelompok pihak yang sedang memantau kinerja aparat di jembatan timbang tersebut.
Kalangan sopir truk juga mengeluhkan kutipan di jembatan timbang Pinang Awan yang dinilai tergolong tinggi. “Kalau di daerah lain, setiap jembatan timbang kami cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 40.000,” tukas seorang sopir truk yang enggan menyebutkan namanya.
Pimpinan UPT PPKB Wilayah III Pinang Awan, Kota Pinang, Abdul Hadi yang dikonfirmasi MedanBisnis via handphone, Selasa (4/11) mengaku berupaya menerapkan sejumlah aturan sesuai ketentuan. “Para sopir itu dipaksa atau sukarela memberi uangnya? Kalau boleh tahu, siapa sopir dan pegawai saya yang membenarkan adanya pungli di jembatan timbang ini?” ujar Abdul Hadi kembali bertanya.
Mengenai alasan diloloskannya puluhan truk tersebut pada malam hari, Abdul Hadi mengatakan, kebijakan itu terpaksa diambil karena mengganggu jalur lalulintas. Apalagi, pihaknya juga sudah berulangkali menyita sementara surat-surat kendaraan yang muatannya melebihi tonase. “Soal truk yang melebihi tonase, kita juga sudah beberapa kali mengambil surat-surat kendaraannya,” ungkap Abdul Hadi.
Hanya saja, salah seorang petugas di jembatan timbang itu, membenarkan adanya sejumlah pelanggaran hukum yang mengarah kepada pungli. Menurut petugas timbangan yang enggan disebutkan namanya itu, seharusnya truk yang melebihi tonase ditilang dan dibongkar. Namun sejauh ini, belum pernah terjadi pembongkaran muatan di timbangan itu. “Saya siap memberi keterangan jika diminta pimpinan saya,” tegasnya.(MB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: