Ketua Adat Divonis 15 Bulan Penjara

Seorang warga yang mengaku Ketua Adat/Raja Adat Simangambat dijatuhi hukuman pidana penjara 15 bulan atau 1 tahun 3 bulan karena kasus penjualan lahan register.

Dalam sidang putusan perkara dugaan penjualan tanah register di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, kemarin majelis hakim menyatakan terdakwa Raja Manimpo Hasibuan, warga Rantauprapat,berbuat curang melalui penipuan dengan dalih menjual tanah terhadap saksi korban Frits Hartoni Pohan,warga Aekkanopan, Kecamatan Kualuhulu, Kabupaten Labuhanbatu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Lastutie sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana 1 tahun 6 bulan.Namun, majelis hakim beranggotakan Syahrul Rizal, Alex TMH Pasaribu, dan Bony Daniel menjatuhkan vonis 15 bulan. Terdakwa terbukti dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam Pasal 378 KUHP.

KasusinibermulasaatkorbanFritsHartoniPohanmenemui terdakwa Raja di rumahnya di Rantauprapat untuk membicarakan jual-beli tanah ulayat di daerah Simangambat, Kabupaten Tapauli Selatan,yang luasnya sekitar 1.000 hektare (ha).

Saat bertemu,terdakwa menyatakan bahwa yang berhak untuk menyerahkan tanah tersebut adalah dirinya sendiri selaku Kepala Adat atau Raja Adat yang masih hidup dari tiga Raja Adat. Mendengar pernyataan itu,saksi korban percaya.

Selanjutnya,harga tanah disepakati seharga Rp150.000 per ha.Korban juga menyerahkan uang sebesar Rp50 juta kepada terdakwa sebagai uang muka pembayaran tanah sewaktu terdakwa menemui korban di kawasan Aekkanopan pada 25 November 1998 lalu. Setelah sekian lama, ternyata tanah itu diketahui buka dikuasai korban.

Sebab, setelah diselidiki, tanah itu masuk dalam kawasan register (hutan negara).Merasa ditipu,korban kemudian meminta uangnya dikembalikan.Namun,terdakwa menyatakan bahwa tanah akan dijual lagi kepada Ompung Tobing.

Hingga sekarang, korban tidak mengetahui mana yang namanya Ompung Tobing. Sementara itu,JPU Sri Lastutie yang dikonfirmasi wartawan menyatakan bahwa terdakwa belum bisa dieksekusi karena masih banding. (sartana nasution)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: