Dukungan atas Propinsi Aslab Mengalir

Pembentukan Propinsi Asahan Labuhanbatu (Aslab) membutuhkan proses panjang. Masih banyak tahapan yang mesti dilalui, di antaranya rekomendasi dari para kepala pemerintahan dan ketua DPRD masing-masing daerah yang akan tergabung.

“Jika memang aspirasi masyarakat kenapa tidak. Tapi, merealisasikannya masih membutuhkan waktu yang panjang. Sebab, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dan Labuhanbatu Selatan (Labusel) sendiri yang baru mekar dari Kabupaten Labuhanbatu masih belum memiliki pejabat daerahnya. Sehingga, untuk daerah baru itu sendiri, masih membutuhkan proses pendefinitifan kepala daerahnya,” ujar Ketua Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Lamhot Sinaga, di Rantauprapat, Sabtu (8/11).
Caleg DPR-RI Partai Golkar dari Dapem Sumut II menjelaskan, Kabupaten Labusel dan Labura belum memiliki pejabat daerahnya. Jangankan untuk seorang Bupati, pejabat sementara (Pjs) yang hendak memimpin daerah itu juga belum jelas informasinya.
Menurut anggota Bappilu DPP Partai Golkar ini, peranan Bupati Labuhanbatu sangat berperan penting dalam merealisasikan pembentukan Provisi Aslab. Peran Labuhanbatu sebagai kabupaten induk sangat dibutuhkan. Maka, sesuai landasan itu, Bupati diminta segera melakukan koordinasi dengan Gubsu.
DPRD Sumut Dukung
Dukungan atas pembentukan Provinsi Aslab terus mengalir. Setelah Ketua DPRD Asahan Bustami HS, kini dukungan disampaikan anggota DPRD Sumut Abdul Hakim Siagian.
“Kita sangat mendukung, karena memang kabupaten yang berada dalam wilayah Aslab ini berpotensi, bahkan jauh lebih potensi dan sangat memenuhi syarat untuk pembentukan provinsi baru daripada Provinsi Tapanuli (Protap),” kata Hakim saat melakukan kunjungan kerja tim IV DPRD Sumut, ke Asahan.
Gagasan pembentukan Provinsi Aslab sudah sampai ke DPRD Sumut, dan mendapat respon positif dari sejumlah anggota dewan. Ada beberapa alasan mengapa wacana pembentukan Aslab ini mendapat dukungan.
Pertama, kata Hakim, bercermin dari otonomi daerah itu sendiri yang memberikan peluang bagi daerah-daerah untuk melakukan pemekaran. Yang kedua, adanya daerah-daerah yang berjuang untuk mendirikan propinsi.
“Ini bukan sekadar wacana ikut-ikutan, namun atas dasar inilah kita akan bersungguh-sungguh memperjuangkan pembentukan Provinsi Aslab, karena memang daerah ini jauh sangat potensial dari wilayah Protap. Kita sangat mendukung Protap menjadi propinsi, tapi kita juga jauh lebih mendukung wilayah empat kabupaten beserta wilayah pemekarannya ini menjadi propinsi,” ujar politisi PAN ini.
Dukungan juga disampaikan anggota DPRD Sumut lainnya, yakni Asnan Said (Fraksi Golkar), Syamsul Hilal (FPDIP, Syamsul Hillal. Kedua anggota Komisi A ini menyatakan, wacana pembentukan Propinsi Aslab harus didukung oleh semua pihak dalam kaitan konsep pemerataan. Karena pemekaran dilakukan untuk tujuan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
Akan tetapi Syamsul kecewa, karena ternyata pemekaran belum mampu mendatangkan kesejahteraan. Menurut dia, ini disebabkan karena kekeliruan sistem ekonomi yang dianut oleh negara ini, Sistem ekonomi Indonesia perlu diubah dari sistem kapitalisme menjadi sosialisme, agar pemekaran wilayah yang dimaksudkan untuk mewujudkan kesejahteraan tersebut bisa diwujudkan.(MB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: