DPRD Belum Tentukan Sikap

DPRD Labuhanbatu belum berani mengeluarkan sikap menanggapi desakan pembentukan panitia khusus (pansus) dan hak angket fee proyek di lembaga itu.

Ketua DPRD Labuhanbatu Abdul Roni Harahap mengaku masih mempelajari kasus fee proyek yang diduga melibatkan Bupati Labuhanbatu T Milwan.Untuk merealisasikan penggunaan hak angket atau pembentukan pansus fee proyek itu, Roni masih membutuhkan waktu untuk mempelajari masalah itu secara mendalam.

“Kita pelajari dulu. Nanti salah-salah masuk pula. Nanti, dipraja-raja dilanduki orang nanti (digembor-gemborkan akhirnya dimanfaatkan orang),”kata Abdul Roni sambil tertawa. Salah seorang anggota Komisi D DPRD Labuhanbatu Jahotman Sinaga yang menangani masalah proyek pembangunan mengkhawatirkan penggunaan hak angket itu tidak efektif.

Menurutnya, untuk menguak sekaligus mencari kebenaran adanya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam pemberian komisi proyek itu melalui jalur politik akan memakan waktu yang panjang.

“Kalau digunakan dengan cara politik tentu memakan proses panjang. Nanti ada yang mau,ada yang tidak.Ada juga yang mau,tapi tidak sampai akhir perjuangan. Anda tahu sendirilah,” ujar Jahotman kepada SINDO kemarin. Dia mengakui bahwa penyatuan pendapat di internal DPRD Labuhanbatu cukup sulit.

Dia berharap kasus fee proyek itu sebaiknya ditangani lewat jalur hukum. Sekadar mengingatkan, desakan pengungkapan kasus ini mencuat ke permukaan setelah salah seorang rekanan melaporkan kasus pemberian komisi ini ke Polres Labuhanbatu barubaru ini. (sartana nasution)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: