Rekening Liar Segera Diperiksa

Kebijakan pemarkiran dana perimbangan daerah di sejumlah rekening bank di Rantauprapat akan dibawa ke jalur hukum.

Ketua DPRD Labuhan Batu Abdul Roni Harahap berjanji akan mengeluarkan rekomendasi untuk membawa temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI perwakilan Medan 2006 itu ke jalur hukum. Roni mengungkapkan, dia akan mengeluarkan semacam rekomendasi agar masalah rekening “liar”itu dibawa ke jalur hukum untuk diperiksa.

Menurut Roni, sesuai ketentuan, DPRD berkewajiban menggelar sidang paripurna untuk menyampaikan hasil audit BPK atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu. Namun, ternyata selama ini DPRDLabuhanbatutidakpernah melaksanakannya.

Hasil audit BPK itu hanya dibahas di internal DPRD Labuhanbatu dan pemkab secara tertutup tanpa diparipurnakan. ”Mengenai temuan BPK itu,kalau ada indikasi penyimpangan harus dikejar. Kalau benar ada yang salah,kenapa tidak direkomendasikan ke jalur hukum,”tandasnya.

Roni menjelaskan, setiap tahun BPK melalui kantor pusat di Jakarta selalu mengirimkan hasil audit atas laporan keuangan pemkab kepada DPRD Labuhanbatu. Saat ditanya tentang rekening “siluman” tidak disampaikan kepada publik lewat paripurna, Roni tidak memberikan alasan lebih rinci.

Setelah mengetahui adanya temuan rekening liar itu, dia janji akan segera membahasnya dan siap merekomendasikannya kepada aparat penegak hukum untuk diproses secara hukum. Roni menambahkan, di pembahasan tertutup antara panitia anggaran (panggar) legislatif dan eksekutif, Kamis (13/11), sebelum diambil keputusan menyetujui LPjK Nota Keuangan Pemkab Labuhanbatu 2007,Roni mengaku sempat meminta rekomendasi ke jalur hukum jika laporan keuangan itu menyimpang.

Mengenai pemarkiran dana perimbangan untuk Pemkab Labuhanbatu itu, Roni menegaskan tidak akan terlambat jika baru direkomendasikan ke hukum. Dia mencontohkan kasus yang menimpa Aulia Pohan, besan Presiden SBY, terkait dana Bank Indonesia yang masih bisa diselidiki meskipun masalahnya sudah lama.

Bupati Labuhanbatu T Milwan saat dikonfirmasi SINDO,Minggu (16/11) siang, mengakui adanya kelalaian sejumlah dinas di Pemkab Labuhanbatu. Untuk menanggapi usulan rekomendasi Ketua DPRD itu,dia lebih memilih mengingatkan para SKPD untuk tidak membuat kelalaian dalam penetapan rekening bank untuk menampung dana perimbangan.

“Itu sudah ditindaklanjuti. Sudah diingatkan bahwa SKPD jangan melakukan kelalaian lagi,”kata Milwan melalui telepon selulernya. Sekadar mengingatkan, sebelumnya auditor BPK Perwakilan Medan menemukan dana perimbangan Kabupaten Labuhanbatu diparkir di rekening sejumlah bank di daerah itu.

Berdasarkan laporan keuangan Pemkab Labuhanbatu TA 2006 yang disampaikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), diketahui kas daerah memakai beberapa bank pemerintah.Namun,nomor rekening yang dipergunakan untuk menampung dana perimbangan dari pemerintah pusat maupun bantuan provinsi itu tidak memiliki dasar penetapan sah.

Hasil audit Tim Auditor Utama Keuangan Negara V BPK bernomor 521/S/XIV.1/ 12/2007 yang dikeluarkan 5 Desember 2007 menyatakan bahwa dana perimbangan itu disimpan tanpa dasar yang jelas.Menurut BPK, seharusnya Pemkab Labuhanbatu menyimpan keuangan daerahnya di rekening kas daerah yang ditetapkan,yakni PT Bank Sumut, BRI, dan Bank Mandiri.

Sesuai data BPK,rekening yang dipergunakan tanpa memiliki dasar penetapan sah itu seperti rekening kas daerah/ gaji (DAU) nomor rekening AC 210.01.02.002500 Bank Sumut Cabang Rantauprapat, DAK bidang pendidikan dengan nomor rekening AC 107-00-0466307- 8 Bank Mandiri Cabang Rantauprapat.

Kemudian, bantuan provinsi dengan nomor rekening 0228. 01000261.30.5 Bank Mandiri Cabang Rantauprapat dan lain-lain. (sartana nasution)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. cemana ni pak, lalai kok sampai 3 rekening, menoko saja kerjanya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: