Pakai KTP Orang Mati Tipu Pegawai Bank Mandiri Rp50 juta Yono Dihukum Penjara 10 bulan di PN Rantauprapat

Menipu pegawai Bank Mandiri Rantauprapat Suryono pengguna identitas palsu dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain, dihukum penjara selama 10 bulan, Rabu (26/11), di Pengadilan Negeri (PN) Rantau prapat.
Jaksa penuntut umum (JPU) pengganti, Denny Trisnasari SH semula menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa Suryono alias Yono (35) warga Jl H Adam Malik, Gg Surya, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 56 ayat (1) ke-1 jo pasal 378 KUHP atau kedua pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 266 KUHP, pada dakwaan subsider, dan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 1 tahun bagi terdakwa Yono.
Majelis Hakim Baslin Sinaga SH, Syarul Rizal SH dan Imelda Sitorus SH menyatakan sependapat dengan dakwaan dan tuntutan JPU, terdakwa Yono terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan subsider. Dengan pertimbangan hal-hal yang meringankan, majelis hakim manghukum terdakwa 10 bulan penjara.
Penipuan dimaksud dilakukan terdakwa bersama temannya sekitar bulan November 2007.

Ketika itu, Rasyid Ridho Nasution menyerahkan sertifikat tanah hak milik No.131 atas nama pemegang hak M Khair Nasution kepada Darwase untuk digunakan sebagai agunan ke bank, di mana Rasyid Ridho sebagai ahli waris dari M Khair dan Nanang merupakan anak kandung Darwase.

Kemudian Nanang menjumpai terdakwa Yono agar mau mengaku bernama M Khair Nasution dan Yono menyanggupinya.

Nanang meminta KTP asli dan foto terdakwa. Besoknya Nanang menyerahkan KTP baru dengan nama M Khiar Nasution kepada terdakwa.
Terdakwa Yono bersama isterinya Junaini br Ritonga, Butet, Edy Rukman alias Dede dan Nanang (belum tertangkap), menipu korban Yans Fentri Purba, pegawai Bank Mandiri Rantauprapat supaya menyerahkan uang Rp 50 juta, pada bulan November 2007.
Terdakwa Yono mengaku bernama M Khiar Nasution (orang yang sudah meninggal) setelah terlebih dahulu memalsukan KTP a.n. M Khiar dan mengaku sebagai adik kandung Edy Rukman alis Dede (DPO) meminjam uang Rp50 juta dari korban.
Kemudian tanggal 29 November 2007 sekira pukul 22:00 WIB, Edy Rukman bersama isterinya Butet menjumpai Yans Fentri Purba di Desa Aek Tapa untuk meminjam uang sebagai modal membeli barang bekas (botot) di kebun.

Edy memperlihatkan sertifikat M Khiar.

Karena tidak ada uang, tanggal 30 November 2007 sekira pukul 10:00 korban menyerahkan uang Rp15 juta pada Edy. Notaris meminta foto copy KTP terdakwa Yono lalu identitas seolah-olah dia bernama M Khiar.

Selanjutnya Junaini menyerahkan KTP atas namanya dan bersama terdakwa menandatangani akte notaris.

Setelah membuat surat perjanjian pengakuan utang dan kuasa, korban bersama Dede pergi meninjau lokasi tanah sesuai dengan sertifikat No.131 di Kota Pinang.

Setelah itu korban menyerahkan uang Rp35 juta kepada Dede.

Kemudian sekira pukul 16:00 Nanang dan Dede datang ke rumah terdakwa, lalu Butet menyerahkan uang dari tasnya, kemudian Dede menyerahkan Rp25 juta ke Nanang dan Rp500.000 kepada terdakwa Yono yang ditambah Nanang lagi Rp500.000. (S25/p)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: