Pelaku Pelecehan Seksual Jadi Tahanan Kota

Permohonan penangguhan penahanan yang diajukan PS (40), terdakwa kasus pelecehan seksual terhadap penyanyi sekaligus penari tor-tor Batak, akhirnya dikabulkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN), Kamis (27/11) sore. Sebelumnya, yakni pada Selasa (18/11), Jaksa Ramlan SH telah mengeluarkan surat penahanan terhadap PS.

Jaksa Ramlan mengaku menerima penetapan majelis hakim yang dipimpin Ary Siswanto dan telah mengeluarkannya dari Lapas Rantauprapat.

“Selaku eksekutor, kita hanya bisa melaksanakan penetapan hakim. Alasan majelis hakim, istri terdakwa sedang sakit,” ungkapnya.
Kasi Pidum Kejari Rantauprapat, A Yudhotomo SH, yang dihubungi wartawan, menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan tersebut.

“Kita telah mengupayakan penahanannya, tapi majelis hakim ternyata punya pertimbangan lain, sehingga mengabulkan penangguhan penahanannya,” tutur Yudhotomo.
Ary Siswanto SH yang dikonfirmasi wartawan membenarkan penangguhan penahanan terhadap terdakwa PS dari ruang tahanan Lapas menjadi tahanan kota. Ia juga membantah isu yang menyebutkan majelis hakim menerima uang senilai Rp 25 juta untuk mengabulkan permohonan penangguhan penahanan tersebut.
Praktisi hukum, H Nixon Tambunan SH, menyayangkan tindakan majelis hakim PN Rantauprapat menangguhkan penahanan itu. “Ini menyangkut rasa keadilan terhadap korban pelecehan seksual. Saya tahu, sampai sekarang korban masih trauma dan tidak berani lagi tampil bernyanyi dan menortor di Tanjung Haloban,” sebutnya.(MB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: