Kasipidum Rantauprapat lakukan pelanggaran HAM

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantau Prapat, A.Yudhotomo, SH diduga melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), karena menjemur tersangka Dedi Iskandar Harahap di dalam mobil tahanan.

Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Adi Mansar, SH, MHum dalam pernyataannya yang diterima di Medan, Minggu, menyebutkan, tindakan dilakukan penegak hukum tersebut benar-benar tidak manusiawi.

Jaksa Agung, Hendarman Supandji diminta untuk memeriksa oknum tersebut, memberikan sanksi tegas terhadap perbuatan semena-mena itu.

“Jika perlu, Jaksa Agung harus memberhentikan A. Yudhotomo sebagai jaksa,” kata Mansar.

Ia menjelaskan, praktik pelanggaran HAM itu terjadi pada 5 Desember 2008 ketika majelis hakim Pengadilan Negeri Rantau Prapat yang diketuai Ari Siswanto, SH menggelar sidang terhadap Dedi Iskandar Harahap (31), warga Rantau Prapat, Kabupaten Labuhan Batu yang didakwa melakukan tindak kekerasan yang mengakibatkan kematian.

Dedi Iskandar Harahap menolak berita acara dengan nomor register 919/Pid.B/2008/PN.RAP yang dibacakan di persidangan itu.Berita acara tersebut ditandatanganinya, karena mendapatkan tekanan dan siksaan ketika diperiksa di kepolisian.

Diduga, kata Mansar, ada “permainan” antara oknum kepolisian dengan Kasi Pidum Kejari Rantau Prapat yang diminta menekan Dedi Iskandar untuk mengakui berita acara tersebut.

Ketika sidang diskors untuk sholat Jumat, A. Yudhotomo mendatangi Dedi Iskandar di ruang tahanan dan membawanya ke luar untuk dimasukkan ke dalam mobil tahanan.

Dedi Iskandar dimasukkan ke dalam mobil yang terjemur, dalam kondisi cuaca sangat panas selama tiga jam karena tidak bersedia menerima berita acara tersebut.

Akibatnya, Dedi Iskandar menjadi lemas karena mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) sehingga tidak dapat melanjutkan persidangan.

Perbuatan oknum Kasi Pidum Kejari Rantau Prapat tersebut bertentangan dengan UU Nomor Tahun 1991 tentang Kejaksaan RI dan UU HAM.

Jaksa Agung, Hendarman Supandji diminta memanggil dan memeriksa Kasi Pidum Kejari Rantau Prapat, A. Yudhotomo, SH guna mengetahui motif praktik penyiksaan yang dilakukannya terhadap Dedi Iskandar.

“Tindakan Kasi Pidum Kejari Rantau Prapat sangat bertentangan dengan UU dan HAM. “Lagi pula, A. Yudhotomo, SH bukan jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus itu,” katanya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Edi Irsan Kurniawan Tarigan, SH belum dapat dihubungi untuk dikonfirmasi mengenai hal tersebut.(W)
(nov/ann)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: