Ratusan Anggota SPI Turun ke Jalan

Anggota Serikat Perempuan Independen (SPI) Labuhanbatu kemarin turun ke jalan. Mereka menuntut perlindungan hak-hak perempuan.

Sekitar seratusan perempuan anggota SPI mendatangi sepuluh kantor pemerintah dan instansi vertikal di Rantauprapat.

Unjuk rasa itu diwarnai pawai dan pembubuhan tanda tangan sebagai bukti dukungan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).

Massa SPI ingin menggugah komitmen politik pemerintah agar senantiasa melindungi perempuan dari korban kekerasan di Kabupaten Labuhanbatu.

Pawai akbar itu dilakukan di sepuluh titik, yakni di Kantor Dinas Infokom, Kantor Bupati, Kantor Pengadilan Negeri, Gedung DPRD,Pengadilan Agama, Kantor Kejaksaan Negeri, Kantor Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum, Polres Labuhanbatu, dan Kantor Kesatuan Bangsa. Dalam aksi itu, massa menolak tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Aksi itu sebagai agenda awal mengampanyekan betapa pentingnya perlindungan terhadap hak-hak perempuan.

Dalam rangka mendukung kesadaran bersama dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan, SPI Labuhanbatu menggelar talkshow di radio RSPD.

Aksi ini sekaligus memperingati Kampanye 16 Hari Anti- Kekerasan terhadap Perempuan.

Sekretaris SPI Labuhanbatu Istuti Laili melalui pengeras suaranya menyebutkan, pihaknya ingin menggugah sekaligus mengajak pemerintah membangun komitmen bersama untuk penghormatan dan penegakan HAM.

Karena itu, peringatan hari HAM sedunia yang diperingati tiap 10 Desember dan Kampanye 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan menjadi sebuah m o m e n t u m penting.

Ketua SPI Labuhanbatu Mamik Suratmi menjelaskan, selama tiga tahun terakhir kampanye difokuskan pada penggalangan keberpihakan pada korban, p e m e nu h a n hak-hak perempuan korban kekerasan,dan pemberian layanan terpadu.

Tujuan kampanye ini untuk mendorong lahirnya komitmen kalangan pemerintah, kepolisian, rumah sakit,pengadilan,kejaksaan dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Labuhanbatu.

Pihak pemkab berharap penandatanganan langsung dilakukan Bupati T Milwan ataupun Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Labuhanbatu.

Namun karena bupati tidak berada di Rantauprapat, penandatanganan spanduk akhirnya dilakukan Kepala Bagian Sosial Sekretariat Daerah Kabupaten Labuhanbatu Abdul Malik.

Dari Gedung Dewan,Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu Rizal Sani turut menandatangani spanduk di halaman Gedung DPRD.

Dia menyatakan dukungannya terhadap penolakan tindak kekerasan pada perempuan dan anak.

“Penolakan terhadap tindak kekerasan harus didukung. Bukan hanya tindak kekerasan pada perempuan ataupun anak, tindak kekerasan kepada siapa pun harus ditolak,” kata Rizal Sani di hadapan para kaum perempuan pengunjuk rasa. (sindo)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: