Pengusaha Kawini Gadis 13 Tahun

Seorang pengusaha kaya di Labuhanbatu tega menikahi gadis berumur 13 tahun sampai melahirkan bayi perempuan. Nasib tragis itu dialami RL, 13,siswa kelas I madrasah tsanawiyah (MTs) di Labuhanbatu.

RL dinikahi seorang pengusaha kaya yang telah beristri dua bernama Askah Hasibuan (AS), 37.

Bermodal janji akan membiayai pendidikan RL dengan syarat bersedia dinikahkan (nikah gantung) kepadanya,AS yang juga majikan korban berhasil merenggut masa depan RL.

Apalagi sebelum pernikahan, tersangka pernah menjanjikan kepada korban maupun orangtua korban bahwa putrinya akan disekolahkan sampai kuliah.

Selain itu,mereka juga akan diberikan rumah dan lahan perkebunan.

“Awalnya, dia bilang sama keluarga saya nikah gantung sampai selesai kuliah baru boleh dicampuri,” tutur RL di Polres Labuhanbatu kemarin.

Ayah RL yang bekerja sebagai buruh panglong milik AS merasa takut kehilangan pekerjaannya.

Alhasil, dia pun menyetujui permintaan AS yang kemarin ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Labuhanbatu.

Tiba di hari yang ditunggu, tersangka AS menggelar pernikahan siri di sebuah masjid di Desa Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (12/1). Minggu kedua setelah pernikahan, AS ternyata tidak bisa menahan nafsunya.

Dia dan istri pertamanya berinisial AH meminta RL supaya dipanggil ke rumahnya untuk melayani nafsu tersangka.

Pengakuan korban menyatakan, dia diminta datang ke rumah tersangka atas permintaan istri pertamanya untuk melayani nafsu suaminya.

“Saya diminta AH (istri pertama) datang ke rumahnya untuk melayani Bapak (tersangka) lewat telepon,” ujar RL seraya menjelaskan pernikahannya merupakan nikah gantung.

Kapolres Labuhanbatu melalui Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Ajun Komisaris Polisi (AKP) M Yoris Marzuki menyatakan, tersangka akan dijerat Pasal 81 ayat 2 sub 82 Undang-Undang (UU) RI No 23 tentang Perlindungan Anak Pasal 290 KUHP.

“Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun dan paling singkat tiga tahun dengan denda Rp300 juta atau paling sedikit 60 juta. Hal yang meringankan tersangka, dia menjumpai istrinya dan memberikan biaya persalinan. Namun, itu tidak menghapuskan pidananya,” papar Yoris.

Kini kasus itu ditangani Polres Labuhanbatu. Penasihat hukum tersangka Harris Nixcon Tambunan menyatakan, pihaknya membantah terjadinya pencabulan dalam kasus itu.

Harris menyatakan, keduanya telah menikah secara siri yang di hadapan orangtua serta kakak dan abang ipar korban di salah satu masjid di Cikampak.

“Artinya, secara agama, pernikahan keduanya sah. Apabila dipersoalkan, orangtua korban harus ikut mempertanggungjawabkan secara hukum karena pernikahan ini berdasarkan izin dan atas suruhan orangtua korban,” paparnya.

Harris meminta Polres menahan orangtua korban yang terlibat dalam pernikahan anak di bawah umur itu.

“Ini sudah bisa dikategorikan tindak pidana perdagangan anak di bawah umur. Sebab, berdasar pengakuan orangtua korban, karena janji- janji, mereka menikahkan anaknya dengan tersangka,” paparnya. (sartana nasution)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: