Soal Ujian dan Kemurnian Hasil Seleksi CPNS di Labuhanbatu Dipertanyakan

Proses ujian seleksi/penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Labuhanbatu di Rantauprapat, memunculkan masalah aneh. Mulai dari waktu pelaksanaan ujian yang molor dari jadwal, juga diduga ada soal ujian yang berbeda.

Soal ujian dan kemurnian 100% hasil seleksi CPNS di daerah ini dipertanyakan.
Peserta ujian CPNS tenaga pendidikan, Rosalina, mengakui soal yang ada padanya berbeda dengan soal yang ada pada temannya jurusan yang sama dan satu lokal.

Rosalina pada saat itu melaporkannya ke pengawas, kenapa soal nomor 20 padanya berbeda dengan yang ada pada temannya. Peserta menduga itu sebagai jebakan?
Seorang pengawas dari Dinas Pendidikan Pemkab Labuhanbatu, Said Adlin, katanya saat itu langsung menghubungi Plt Sekdakab Drs Karlos Siahaan.

Kata Said Adlin, ditirukannya, Plt Sekda telah menghubungi pihak USU (Universitas Sumatera Utara) perihal soal ujian itu dan petunjuknya agar soal diganti dengan soal cadangan yang ada pada panitia.
Plt Sekdakab Labuhanbatu Drs Karlos Siahaan, ketika dihubungi wartawan melalui telepon seluler, Kamis (18/12), membenarkan dirinya ada menghubungi pihak USU untuk meminta petunjuk perihal adanya temuan soal itu.

Menurutnya, hal ini tidak perlu dibesar-besarkan, karena tidak menjadi masalah serta tidak menghambat jalannya ujian yang diikuti para peserta ujian penerimaan CPNS.
Kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Pemkab Labuhanbatu Rusman Sahnan SH melalui Sekretaris BKD H Ridwan Rambe SH ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/12), mengatakan, saat ujian itu dirinya tidak berada di ruangan Rosalina.

Namun, katanya, ketika ada panitia menghubunginya soal lembar ujian itu, dia langsung memerintahkan staf BKD bernama Aswat untuk mengantarkan soal ujian cadangan.

Tetapi, katanya lagi, setibanya Aswat di ruang ujian, ternyata pihak panitia telah membacakan soalnya di depan ruangan.
Semula dia menyebut, soal ujian peserta itu diganti setelah Rosalina membantah bahwa panitia mengganti soal ujian miliknya yang pada lembar soal nomor 20 tidak ada isi soal sedangkan pada peserta lain ada.
Di singgung tentang adanya soal yang berbeda, H Ridwan Rambe merasa tidak tahu menahu, karena pihaknya menerima soal ujian itu dari USU dalam keadaan tertutup dan selanjutnya melalui pengawasan dari beberapa elemen, soal ujian itu didistribusikan ke Pemkab dan dibagikan kepada setiap peserta pada hari H ujian CPNS, Selasa (16/12).
Proses pelaksanaan ujian CPNS di daerah ini molor. Pantauan wartawan, saat ujian CPNS berlangsung, Selasa (16/12), ujian tertulis dimulai pukul 09.00 WIB di tempat-tempat yang telah ditentukan di 22 ruangan sekolah SD, SMP dan SMU yang ada di Rantauprapat.
Ujian berlangsung hingga pukul 11:00 WIB sebagaimana jadwal yang telah disusun panitia pelaksana dari BKD Pemkab Labuhanbatu. Berkas soal ujian dibawa dari lokasi ujian ke ruang data dan karya Kantor Bupati Labuhanbatu di Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat, berlangsung sesuai jadwal yang telah ditentukan pada pukul 11:15 WIB.
Namun, proses pembakaran berkas soal ujian CPNS yang semula dijadwalkan pukul 12.00 WIB, akhirnya molor hingga pukul 15:20 WIB. Akibatnya, jadwal untuk mengantar berkas Lembar Jawaban Komputer (LKJ) hasil ujian CPNS ke Medan juga terlambat. Padahal, semula berkas direncanakan diantar ke Medan pukul 14:00 WIB.
Kepala BKD melalui Kabid Mutasi dan Kepegawaian, Abdi Yoso, mengatakan keterlambatan itu tidak berdampak negatif. Dampak yang ada nantinya, kata dia, yakni; akan terjadinya antrian panjang di USU Medan untuk mengantar hasil ujian tersebut.
Menurut Abdi Yoso, seluruh proses ujian berlangsung dengan lancar, aman dan tertib tanpa gangguan.

”Semuanya berlangsung aman dan lancar, tidak ada masalah,” katanya.
Dia menambahkan, saat ujian CPNS berlangsung terdapat satu peserta yang diusir dari ruangan ujian dikarenakan peserta dimaksud tidak membawa kartu peserta nomor ujian.

Namun Yoso mengaku lupa nama dan jurusan yang diikuti peserta itu. ”Saya lupa namanya,” katanya.
Direktur Lembaga Bina Masyarakat Labuhanbatu, Yos Batubara, menganggap telah terjadi pembodohan, dan dia menuding Sekretaris BKD pembohong.

Menurutnya, apa yang diucapkan H Ridwan Rambe tidak sesuai dengan kenyataan.
Yos akan melaporkan perihal soal ujian bermasalah itu ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta. (s25/m)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: