RSUD Rantauprapat Kutip Biaya Pasien Miskin Penderita Gizi Buruk

Bayi penderita gizi buruk, Ridho Al Fiayansyah (5 bulan) dikenai biaya berobat sebesar Rp207.500 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, baru-baru ini. Gara-garanya, orangtua si bayi terlambat mengurus administrasi Asuransi Kesehatan Daerah (Askesda).
Syahfitri, ibu bayi itu mengungkapkannya kepada wartawan, Kamis (18/12), di kediamannya, Jalan Tennis, Rantauprapat.
“Sudah ditolong kalian ini. Harga obatnya pun sudah murah,” kata Syahfitri menirukan ucapan para medis yang menangani anaknya di RSUD Rantauprapat.
Dia membawa anaknya berobat ke Puskesmas Kota Rantauprapat Sabtu (13/12), untuk mendapat pertolongan karena selama 3 bulan terakhir anaknya kerap menangis karena sakit.
Sesampainya di Puskesmas, seorang dokter bernama Juli Elviani S menyatakan Ridho menderita broncho pneomani dan gizi buruk, sesuai hasil diagnosa nomor: 441/8/60/PK/TU/2008.

Dokter itu membuat rujukan berobat ke RSUD Rantauprapat.
Bermodalkan surat keterangan miskin dari kelurahan, Syahfitri dan suaminya Salman Sikumbang mendaftarkan anaknya berobat di RSUD Rantauprapat, dengan harapan berobat gratis atau pakai kartu Askesda.

Namun, mereka tak membawa kartu keluarga (KK), kemudian pihak RS menyarankan agar pasangan ini mengurus surat miskin dan KK.
“Kalau tidak siap hari ini kartu keluarganya, dikenakan biaya,” kata Syahfitri lagi menirukan pesan pihak RS.
Tetapi karena hari itu merupakan hari libur (Sabtu), surat dimaksud tidak selesai. Administrasi pengurusan Askesda bisa diselesaikan 3 hari kemudian.
Kata dokter, ujarnya, uang Rp207.500 itu untuk biaya beli obat, penginapan dan infus. Setelah enam hari berada di RSU, Ridho dinyatakan sudah sembuh dari penyakitnya dan akhirnya dibawa pulang.
Meski Ridho penderita gizi buruk itu dinyatakan RS sudah sehat, bayi penjual martabak ini masih lesu dan sesekali menangis. Kulit Ridho tampak keriput, berat badannya hanya sekitar 4,9 kg.
Kepala BP RSUD Rantauprapat dr Tigor Panusunan Siregar, beberapa waktu lalu mengatakan, peserta Askesda adalah penduduk Labuhanbatu dengan membawa KTP dan KK berdasarkan rujukan dari Puskesmas dan setelah mendapat verifikasi dokter UGD/Poliklinik spesialis RSUD Rantauprapat.
Bila masyarakat yang ingin berobat menggunakan kartu Askesda tidak dapat menunjukkan KTP dan KK, maka diberi tenggang waktu selama 1 hari kerja dari rujukan yang dikeluarkan Puskesmas. Dan selama menunggu kelengkapan berkas, pasien tetap diberi pelayanan. Kecuali, obat dan bahan habis pakai (BHP).
“Bila tidak dapat menunjukkan KTP dari tenggang waktu, maka segala pembiayaan ditanggung pasien. Kecuali, pasien datang pada hari libur, maka, kelengkapan KTP dan KK dihitung dalam waktu 1 hari setelah saat hari kerja berikutnya,” ujarnya. (s25/h)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. kunjungan balik ditunggu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: