Sidang Kasus Dugaan Korupsi Dinkes Labuhanbatu

Stempel Asli, Kuitansi Palsu

Jaksa kasus dugaan korupsi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Labuhanbatu senilai Rp 1,7 miliar, Jeki Kaban SH, menyatakan bukti tambahan yang tidak disita dan diajukan penasehat hukum ketiga terdakwa, R Sujoko SH, perlu dicermati. Pasalnya, stempel di kuitansi asli, namun kuitansinya palsu.

“Ternyata banyak kuitansi yang stempelnya asli namun kuitansi itu bukan aslinya. Selain itu, nilai nominal dalam kuitansi itu ditempel ulang, lalu difotokopi kembali, seperti pada bukti T-6 dan T-9 pada nomor-nomor tertentu. Bukti-bukti itu diduga palsu,” ungkapnya usai persidangan, beberapa waktu lalu di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat.
Sebelumnya di persidangan, mantan bendahara non gaji Dinkes Labuhanbatu yang duduk di kursi pesakitan, berinisial JH, memberikan kesaksian di depan majelis hakim yang dipimpin Irwan Munir SH seputar dana sebesar Rp 1,7 miliar.
Dijelaskannya, dana sebesar Rp 1,7 miliar itu bukan diambil dari APBD 2004, tapi merupakan uang pribadinya hasil perkebunan kelapa sawit yang dipinjamkan kepada kedua terdakwa, Kadis Dinkes berinisial F dan Wakadis, DHM.
Hal itu dibenarkan terdakwa DHM selaku atasan langsung JH, dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Syahru Rizal SH pada keesokan harinya.

Menurut DHM, seluruh memo dan kuitansi yang dikeluarkan JH merupakan catatan pinjaman pribadi dengan nota dinas.

Mengenai penggunaan nota dinas dalam pinjaman tersebut, DHM mengaku tidak dibenarkan.

Namun, DHM beralasan, hal itu dimaksudkan agar pemegang kas, dalam hal ini JH, memprioritaskannya.
“Pengeluaran uang yang dilakukan JH selaku pemegang kas atas persetujuan saya. Namun, yang bertanggung jawab secara keseluruhan kegiatan dalam laporan secara umum adalah Kadis Kesehatan Labuhanbatu,” sebut terdakwa DHM.
Ia juga tidak mengetahui pemegang kas telah memberikan seluruh memo dan kwitansi kepada penyidik yang akhirnya tidak bisa dijadikan alat bukti pengeluaran sah.

Kendati demikian, DHM yakin pemilik toko yang mengeluarkan barang-barang pembelian dalam di bon faktur benar dan tidak fiktif seperti tuduhan saksi terdahulu.(MB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: