Kebebasan Beragama Adalah HAM

Kebebasan beragama merupakan hak asasi manusia (HAM). Itu, tidak dapat dikurangi. Dan, setiap orang bebas untuk memilih agamanya. Serta, beribadat menurut agamanya. Karena, disebutkan dalam pasal 29 ayat 2 UUD 1945. Bahwa, negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing- masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.
Demikian dikatakan Bupati Labuhanbatu HT Milwan pada amanat tertulisnya yang dibacakan Plt Sekdakab Karlos Siahaan, Selasa (23/12) ketika membuka acara Penyuluhan Peningkatan Kerjasama Antar Tokoh Agama dalam membina kerukunan umat beragama di Kabupaten Labuhanbatu yang digelar di Ruang Data Kantor Bupati.
Dikatakannya, Pemerintah berkewajiban melindungi setiap usaha penduduk dalam melaksanakan ajaran agama maupun ibadat pemeluk-pemeluknya.
“Sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Tidak menyalahgunakan atau menodai agama. Dan, senantiasa memelihara kerukunan dalam kehidupan beragama,” paparnya.
Karena, kata dia, kerukunan umat beragama adalah merupakan salah satu bagian terpenting dari kerukunan nasional.
Milwan dalam amanat tertulisnya menghimbau, agar segenap komponen masyarakat dapat memelihara dan meningkatkan serta mewujudkan upaya nyata dalam membina kerukunan dalam kehidupan beragama yang dilandasi rasa toleransi.
Saling menghormati. Saling pengertian. Saling menghargai dan menjadikannya sebagai kerangka atau landasan yang kokoh dalam pergaulan kehidupan sehari-hari.
“Semua dalam konteks kehidupan beragama. Berbangsa dan bernegara ditengah-tengah masyarakat,” tandasnya.
Kakan Kesbang Labuhanbatu Hj Ernida Rambe dalam laporannya mengatakan, peserta penyuluhan ini terdiri dari Khotib, Pendeta, Pastor, Pandita Budha, Sintua, Parhanger dan Makin/ Konghucu.
“Ini bertujuan untuk memantapkan dan menumbuhkembangkan rasa saling menghormati dan toleransi antara sesama umat beragama,” katanya.
Khususnya, agar tetap terpeliharanya kerukunan dalam kehidupan umat beragama.
Menurut Ernida, tiga narasumber akan mengisis kegiatan penyuluhan ini dengan materi yang berbeda. Yakni, Peranan FKUB dalam membina kerukunan umat beragama oleh
Ketua dan Sekretaris FKUB Labuhanbatu, Pengawasan terhadap kegiatan aliran kepercayaan masyarakat. Serta, tindakan hukum terhadap penodaan agama oleh Kejaksaan Negeri Rantauprapat.
Selanjutnya oleh Departemen Agama Kabupaten Labuhanbatu dengan materi.
“Agar, tercapai kerukunan umat beragama dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: