Pembangunan di gedung DPRD Labuhanbatu misterius

Adanya pembangunan tiga unit gedung baru yang  dianggarkan Pemkab Labuhan Batu untuk lembaga legislatif dengan menggunakan APBD  kabupaten tahun 2008 terkesan misterius.

Sebab, saat ini hanya terlihat pengerjaan pembangunan Gedung Sekretariat DPRD  lokasinya berada dibelakang kantor wakil rakyat dengan biaya sebesar  Rp4.880.000 dikerjakan PT. Triwana Reuni Artha Nusantara, yang saat ini  masih tahap pengorekan pondasi.

Sedangkan pembangunan pendopo rumah jabatan dengan biaya sebesar Rp 484 juta  yang dimenangkan CV. Sri Haji dan pembangunan rumah dinas jabatan berbiaya Rp543 juta yang dimenangkan CV. Wangi tidak diketahui persis lokasinya. Pembangunan  tiga unit gedung diketahui dari lembar pengumuman pemenang lelang yang  dipajang di papan tulis di kantor itu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DPRD Maruli saat dikonfirmasi wartawan beberapa  waktu lalu menerangkan, pembangunan pendopo di rumah Ketua DPRD.

Disinggung  tentang pembangunan rumah dinas jabatan, Maruli sedikit kebingungan. Menurut  Maruli, hal itu bukan membuat bangunan baru, melainkan untuk rehabilitasi rumah  Ketua DPRD H Abdul Roni Harahap. Keterangan PPK ternyata berbeda dengan  lembar pengumuman yang ada dipajang di kantor wakil rakyat itu.

“Mungkin pendoponya di rumah Ketua DPRD, tapi kalau pembangunan rumah dinas  jabatan saya kurang tahu pasti dimana lokasinya. Setahu saya mungkin itu untuk  rehab rumah ketua, karena saya belum dapat berita acaranya dari panitia lelang,”  ujar Maruli.

Ketua DPRD Abdul Roni Harahap yang juga ketua panitia anggaran setiap  tahunnya, Ketua Panitia Lelang Agus dan Sekretaris Panitia Anggaran tahun 2008  Fatulmah, saat dikonfirmasi, tadi pagi tidak  ada satupun yang bersedia menerima panggilan masuk handphonenya. Dicoba melalui  pesan singkat, ketiga oknum pejabat itu juga belum bersedia memberikan komentar.

Pantauan Waspada, pembangunan Gedung Sekretariat DPRD yang berlokasi di belakang  kantor wakil rakyat dengan biaya sebesar Rp4.880.000 dikerjakan  PT. Triwana  Reuni Artha Nusantara, yang saat ini masih tahap pengorekan pondasi tidak ada  memasang plank proyeknya. Padahal, di gedung itu tempat berkumpulnya 45 orang  para “pengawas” yang berasal dari pilihan masyarakat. (W)
(wir/c01)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: