Kakek Pemilik Sabu dan Pelanggannya Diadili di PN Rantauprapat

Seorang kakek pemilik sabu-sabu dan pelanggannya disidang di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat. Keduanya ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu hari Selasa 15 November 2008 dari dua tempat.

Jaksa penuntut umum (JPU) Erning Kosasih SH dalam dakwaannya, Kamis (8/1), kepada majelis hakim Ari Siswanto SH, Dedy SH dan Fhytta Imelda Sipayung SH di PN mengatakan, terdakwa SHD (40) ditangkap polisi dari depan rumah makan Holat Hazizah Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat karena memiliki 1 paket sabu-sabu.
Setelah terdakwa SHD ditangkap petugas kepolisian selanjutnya memburu terdakwa AAR alias Ucok Barbar (57) dari rumahnya di Jalan Dewi Sartika Rantauprapat.
Mereka disidang dalam 2 berkas perkara terpisah. SHD dijerat dalam pasal 62 UU Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, subsider pasal 50 ayat 5 UU No.5 tahun 1997. AAR dijerat dalam pasal 50 ayat 4 UU No.5 tahun 1997.
Dalam sidang itu, JPU menghadirkan 2 anggota Reserse Narkoba sebagai saksi, Jekson Situmeang dan Salomo Pransiskus Tinambunan. Saksi Jekson mengatakan bahwa semula mereka mendapat informasi menyebutkan ada seorang laki-laki memiliki sabu-sabu di depan RM Holat. Lalu meluncur dan berhasil menangkap terdakwa SHD ketika hendak meninggalkan RM dimaksud seusai makan. Dari terdakwa disita 1 paket sabu-sabu yang disimpan terdakwa dalam sarung HP miliknya dalam mobil.
Salomo menambahkan, SHD mengaku mendapat sabu itu dari AAR dan terdakwa berhasil ditangkap dari rumahnya di Jalan Dewi Sartika. Terdakwa AAR mengaku membelikan sabu untuk temannya SHD sebanyak 1 paket seharga Rp1800.000. Dia mengaku membeli sabu itu dari Marga Siregar di Siluman Perumnas Sioldengan. Terdakwa SHD mengaku baru mau mencoba menggunakan sabu-sabu. Akan tetapi menjawab hakim, dia mengaku tahu buat bong alat pengisap sabu.
Menjawab pertanyaan hakim anggota Dedy, mengapa membeli dari AAR, SHD mengaku karena dari sejumlah orang yang dikenalnya hanya AAR yang tahu sabu-sabu. Semula dia mengelak dan terkesan berbelit-belit. Namun, dia akhirnya menjawabnya. Sidang ditunda sampai hari Kamis (15/1) untuk kesempatan bagi JPU mempersiapkan dan membacakan tuntutan terhadap masing-masing terdakwa.(MB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: