Mendagri Lantik Pjs Labura dan Labusel

Mendagri Mardiyanto resmi melantik Penjabat Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) dan Labuhanbatu Selatan (Labusel). Pelaksanaannya, Kamis (15/1) di gedung Sasana Bhakti Praja Depdagri Lantai 3 Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat.
Dalam pelantikan itu, Mardiyanto juga mengatakan pelantikan dan sekaligus peresmian Hj R Sabrina sebagai Pjs Bupati Labuhanbatu Selatan dan Daudsyah sebagai Pjs Bupati Labura adalah tindaklanjut penerbitan UU No 22 Tahun 2008 dan UU No 23 tahun 2008 tentang pembentukan Kabupaten Labusel dan Labura.
Atas kepercayaan pemerintah untuk mengawali dan meletakkan dasar-dasar pengelolaan administrasi pemerintahan di daerah yang diresmikan. Selanjutnya, kata dia mewakili Presiden RI, tumpuan dan harapan tertuju kepada penjabat Bupati yang baru tersebut. “Untuk memotivasi, menggunakan dan mensinergiskan seluruh potensi yang ada. Serta, mewujudkan kerangka dasar pemerintahan dan kelengkapan perangkat sebagai daerah otonom baru,” tegasnya.
Berkenaan hal itu, kata Mardiyanto, langkah-langkah yang perlu ditempuh oleh Penjabat baru dalam masa jabatannya adalah segera berkoordinasi dengan Bupati Kabupaten induknya. Dan juga, tukasnya, meminta petunjuk Gubernur untuk membentuk struktur organisasi dan tata kerja Pemerintahan Daerah, dilanjutkan dengan pengisian personil.
“Pengisiannya dengan didasari pada tingkat kebutuhan lembaga yang akan diisi. Baik skala atau pola minimal jangan membentuk orgaisasi besar. Karena, justru akan tidak efektif. Dan, akan membebani biaya personil tinggi,” bebernya.
Tentunya, kata dia, hal itu perlu didahului dengan pengangkatan dan pelantikan sekretaris daerahnya.
Selain itu, Mendagri juga menghimbau Pjs baru agar mengetahui tingkat perkembangan daerah otonom baru. Tugas penting lain yang juga harus dilakukan, kata dia adalah melakukan pemetaan potret data awal kondisi daerah.
“Data awal dimaksud sangat urgen untuk dimanfaatkan. Mengukur tingkat perkembangan dan keberhasilan daerah dalam penyelenggaraan otonomi daerah,” tuturnya.
Adapun indikator yang akan digunakan dalam evalusai tersebut adalah menggunakan parameter kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum dan aspek daya saing daerah.
Terkait penyelengaraan Pemilu 2009, serta Pilpres Pjs baru, kata Mendagri agar memfasilitasi suksesinya secara maksimal dan tetap menjaga stabilitas daerah.
Disebutkan, untuk membantu dana operasional daerah baru itu, Pemkab Labuhanbatu Induk memberikan dana hibah. Kepada masing-masing daerah diberikan sejumlah Rp10 Miliar ditahun pertama. Rp5 M ditahun ke dua dan Rp5 M ditahun ke tiga. Untuk pelaksanaan Pilkada kepada masing-masing daerah Rp2 M.
Sedangkan Pemprovsu memberi dana hibah untuk penyelenggaraan Pilkada Rp1 Miliar.
Hadir pada kesempatan itu Gubsu Syamsul Arifin, Bupati Labuhanbatu HT Milwan, wakil ketua DPRD Labuhanbatu Rijal Sani dan beberapa pejabat daerah setempat serta para tokoh masyarakat Labuhanbatu.
Dikesempatan serupa, Mendagri juga melantik Hidayat sebagai Pjs Bupati Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Merupakan kabupaten pemekaran dari kabupaten Dongala.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: