Brimob dan Papam PTPN4 Ajamu Penjarakan Warga

Diduga Halangi manajemen PTPN4 bersihkan lahan perkebunan warga, seorang petani dipolisikan. Itu, terkait permasalahan lahan seluas 339 hektar di Dusun VI Gajahmati, Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah Labuhanbatu, antara warga setempat dengan pihak PTPN4 Ajamu3 Panai Jaya.
Bekerja sama dengan Kepala Satpam (Papam), Ucok Bodong (37) warga setempat ditangkap dan diserahkan ke Mapolsek Panai Tengah oleh oknum Brimob yang di BKO-kan di perkebunan itu.
Dijelaskan Munir saat didampingi Darwin Sagala, Muslim, Tajir, Tamrin, Johan, Ilham Cs, Sabtu (31/1) di Rantauprapat.
Bodong ditangkap Kamis (29/1) sekira pukul 12.00 WIB akibat menghalangi kerja alat berat (Becho) milik PTPN4 yang saat itu sedang membersihkan lahan milik warga yang sudah ditanami ratusan pokok sawit.
Penghalangan itu dikarenakan, lahan yang sedang dibersihkan tersebut milik Bodong. Dan, hingga kini belum mendapat ganti rugi dari pihak PTPN4.
Ditambahkan Munif, diantara lahan 339, masih tertinggal 47 hektar yang belum selesai ganti ruginya yang dimiliki 16 Kepala Keluarga (KK), termasuk lahan milik Bodong.
Namun, pihak PTPN4 sudah membersihkan semua tanaman milik warga yang pertama kalinya mengusahai lahan itu.
Saat ditangkap, Bodong sempat menelepon warga dan mengatakan bahwa pihak PTPN4 mengajaknya berdamai dan mengganti rugi. Namun, ditolak akibat tidak semua warga diberlakukan sama dengan PTPN4.
“Dulu pernah rapat mengenai sisa tanah yang 47 hektar itu. Hadir saat itu mantan Kades lama (A Munir Nasution), Kades sekarang (Parsono) dan Manager PTPN4. Disepakati akan diganti rugi. Tapi, sampai sekarang tidak jelas. Makanya, Bodong mempertahankan tanahnya,” beber mereka.
Tapi, menjadi pertanyaan bagi mereka soal penangkapan itu. “Mengapa dia (Bodong) malah ditangkap,” terangnya.
Ditambahkan warga, mereka menilai Parsono selaku Kades Bagan Bilah telah menyerahkan nama-nama warga ke PTPN4. Namun, bukan warga yang pertama kalinya mengusahai lahan yang masih sengketa itu. Melainkan nama orang lain.
“Sekira Desember lalu, warga juga pernah demo saat Becho PTPN4 membersihkan pohon sawit milik warga. Disana PTPN4 juga berjanji akan mengganti rugi. Tapi sampai sekarang semua nihil. Kami tidak ingin ribut. Cuma yang kami dengar hanya Rp700.000 perhektar. Mana mungkin kami mau. Uang ngimas saja tidak pulang. Jadi kami harap, Bodong dilepaskan, karena kesalahan bukan pada dia,” tambah warga.
Mantan Kades A Munir Nasution, Minggu (1/2) via handphone membenarkan permasalahan itu.
Dikatakan Munir, dirinya tahu benar bahwa ke-16 KK itu memang orang pertama yang mengusahai lahan dan layak diberi ganti rugi. Saat rapat dengan Manager PTPN4, Kades sekarang (Parsono) dan 16 KK sekira bulan Juli 2008 lalu.
Disepakati kalau dirinya yang mengeluarkan surat tanah tersebut, sedangkan sisanya Parsono. Namun entah mengapa yang diganti rugi bukan ke-16 KK tersebut. Sehingga timbul permasalahan. “Saya ikut rapat saat itu. Saya tahu benar yang membersihkan lahan adalah warga Bagan Bilah,” ungkapnya.
Tapi mengapa yang 16 KK tidak memperoleh ganti rugi, tambahnya. Atau, mungkin orang lain yang dibawa ke PTPN4, ujarnya menganalisa.
Saat ini, tambah dia, warga bersedia diganti rugi. Tapi mesti sesuai nilai kepantasa. “Jangan hanya Rp700.000 perhektar,” ujar Munir.
KTU PTPN4 Panai Jaya Jarot menjelaskan, penangkapan Ucok Bodong dikeranakan telah merusak tanaman milik pihak perusahaan dan menghalangi kerja alat berat mereka.
Mengenai ganti rugi, semua telah dilakukan sesuai dengan surat yang diberikan Kades Parsono yang dihadiri oleh warga terkait.
Disinggung tentang kebenaran surat dan orang pertama yang mengusahai
lahan, Jarot mengatakan itu wewenang Kades.
“Kalau keberatan, warga seharusya bertanya kepada Kadesnya,” tegasnya. Sebab, tukasnya, perusahaan telah melakukan gantirugi lahan warga. “Benar tidaknya orang yang mendapat gantirugi, itu yang tahu Kadesnya,” tambah dia. Pastinya, kata dia, pihak PTPN4 telah menjalankan
sesuai prosedur.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: