“Gara-gara Protap, Papa Saya, Putra Terbaik Pakpak Meninggal”

Ada yang mengharukan saat jenazah Ketua DPRD Sumut Aziz Angkat tiba di rumah duka. Agung Arif Wibowo (24) anak almarhum Aziz Angkat tak kuasa menahan tangis. “Gara-gara Protap, papa saya, putra terbaik Pakpak meninggal,” ucapnya dengan suara tertahan-tahan. Ia memandang pilu jenazah yang terbujur kaku ditutup kain kuning tersebut. Para rekan sejawat yang hadir juga tak kuasa menahan haru. Beberapa di antaranya sangat sedih, dan emosional. Syukran Tandjung yang juga anggota Partai Golkar Sumut meminta aparat hukum mengusut tuntas otak di balik peristiwa tersebut. “Tangkap otak pelaku yang menyebabkan Ketua Dewan meninggal,” tegas Hanafiah, seorang di antaranya. Bahkan menurut Syukran, bukti-bukti sudah jelas siapa di balik peristiwa ini. “Tangkap otak demonstrasi ini. Saya sudah lama di DPRD SU, tapi tidak pernah ada demo seperti ini,” kata putra Tapanuli Tengah yang dari awal menolak Protap ini. Elmadon Ketaren, saat berada di rumah duka juga tak kuasa untuk bercerita. Ia yang juga salah seorang angota Partai Golkar Sumut, melihat jelas kalau korban dipukuli, dilempar batu oleh massa. Bahkan, katanya, saat korban sudah pingsan dan mau dibawa keluar dari ruang Fraksi Partai Golkar DPRD SU, massa tidak mengizinkan. “Saya dari tadi malam sama beliau. Dia bukan sakit jantung, tapi jelas dianiaya. Awalnya, petinggi pendukung Protap menekan Ketua DPRD agar menyelesaikan kasus Protap saat itu juga. Kalau tidak, mereka tak bertanggung jawab keselamatan Ketua DPRD,” sebutnya. Saat keluar ruangan, lanjutnya, rencananya korban keluar dari pintu yang langsung ke Bank Mandiri di gedung dewan. “Tapi, pintu terkunci. Walau didobrak hingga setengah jam, tak bisa juga dibuka. Akhirnya massa datang memukuli, menendang dan melempar beliau. Bahkan saya juga kena tendangan dan lemparan massa,” jelasnya. Dia sendiri mengaku siap menjadi saksi dalam kasus ini. “Keluarga akan mengadukan ini ke aparat hukum. Saya jadi saksi,” tegasnya. Guna keperluan autopsi, jenazah korban dibawa ke RSU dr Pirngadi sekira pukul 16.00 WIB dari rumah duka. Turut mengantar, anak dan adik didampingi Pengurus DPD Golkar Sumut. Pihak keluarga menilai, ada pengalihan isu penyebab kematian korban. Kepala Forensik Instalasi jenazah RSU dr Pringadi Medan, Prof dr H Amar Singh, SPF (K0 menyatakan, berdasarkan hasil autopsi sementara terdapat ada kelainan berwarna merah pada daerah sekitar dada korban dan kuku-kuku jari korban membiru. Selain itu, korban juga mempunyai penyakit kelainan jantung. “Di daerah dadanya berwarna merah dan memang ada kelainan jantung. Tapi ini belum dapat dipastikan menjadi penyebab kematiannya, karena masih perlu pemeriksaan laboratorium lagi dan hasilnya dapat diketahui beberapa hari kemudian,” jelasnya singkat. Apa penyebab pasti meninggalnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat masih teka-teki. Meski sejumlah saksi mata menyaksikan bahwa Aziz Angkat sempat terkena pukulan dari massa, Politisi Partai Golkar ini juga diduga meninggal karena serangan jantung. Pasalnya, almarhum dua tahun yang lalu sudah operasi by pass atau operasi jantung. “Dari pemeriksaan luar tidak ada tanda-tanda adanya penganiayaan. Ketua DPRD Sumut itu meninggal kemungkinan karena serangan jantung,” kata Ahli Jantung dan Syaraf Rumah Sakit Gleni International Hospital dr Kolman Saragih SpS menjawab MedanBisnis ketika dihubungi, Selasa (3/2) sore melalui telepon selularnya. Kolman Saragih yang saat itu ikut membantu penanganan resusitasi jantung paru (RJP), dan menggunakan defibrilator serta bantuan obat-obatan, Aziz Angkat juga tidak tertolong. Bahkan, kondisi fisik Aziz Angkat yang tiba di RS Gleni International Hospital di Jalan Listrik Medan sekira pukul 12.40 WIB yakni pupil mata sudah mild delatation atau setengah melebar. Selain itu, jelas Kolman Saragih tanda-tanda kehidupan yakni denyut nadi atau jantung juga tidak ada lagi. Dengan kondisi tersebut Aziz Angkat tiba di RS Gleni International Hospital sudah tidak bernyawa lagi. ”Saya rasa di jalan korban sudah meninggal dunia,” jelasnya. Pangdam I BB, Mayjen TNI Burhanuddin Amin juga menyesalkan kejadian tewasnya Ketua DPRD Sumut, Aziz Angkat dipukuli para pendemo pendukung Provinsi Tapanuli di gedung DPRD Sumut, Selasa (3/2). Dia menegaskan, Kodam I BB siap melakukan pengamanan kemungkinan adanya reaksi balasan dari masyarakat atau pendukung lainnya yang tidak menerima insiden yang menewaskan Ketua DPRD Sumut. “Kita siap membantu kepolisian untuk melakukan pengamanan dan menjaga kekondusifan Sumatera Utara,” ucapnya kepada wartawan di VIP Room Bandara Polonia Medan. Burhanuddin juga menyesalkan kejadian itu. Sebab, dikhawatirkan akan menimbulkan dan mengganggu kondusifnya Sumut terlebih menjelang Pemilu. “Demo menyampaikan aspirasi boleh-boleh saja, tapi etika harus dijaga, karena negara kita memiliki etika,” tegasnya. Proses Protap Tak Sehat Ketua Dewan Penasehat DPP Partai Golkar Surya Paloh mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas peristiwa kerusuhan di gedung DPRD Sumut yang mengakibatkan kematian Wakil Ketua DPRD Sumut Azis Angkat, Selasa (3/2). Jika tidak, dikhawatirkan akan menimbulkan konflik berkepanjangan dan mengakibatkan Sumatera Utara tidak kondusif. Hal itu ditegaskan Surya Paloh kepada wartawan, ketika tiba di Bandara Polonia Medan, Selasa malam (3/2) sekira pukul 22.20 WIB. Surya Paloh yang datang bersama sesepuh Partai Golkar Akbar Tanjung. Jika persoalan ini tidak tuntas, maka Partai Golkar menurut Paloh sudah membawa biro hukum Partai Golkar untuk melakukan investigasi sendiri. Tentang kesigapan aparat kepolisian di lapangan, Paloh sangat menyayangkan. Apalagi, berdasarkan pemberitaan di televisi, jelas bahwa telah terjadi penganiayaan terhadap korban. Paloh juga pesimis kelanjutan proses pembentukan Propinsi Tapanuli (Protap). “Proses pembentukannya sudah tidak sehat. Kami yakin ini tidak akan berlanjut,” ujarnya. Akbar Tanjung juga melihat aparat kepolisian tidak sigap mengantisipasi kerusuhan, meski tak bermaksud mempersalahkan aparat kepolisian. Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Sumut Ali Umri bersikap pihaknya masih menunggu proses hukum di kepolisian. Ketua DPR RI Agung Laksono rencananya tiba di Bandara Polonian sekira pukul 23.23 WIB. Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumatera Utara Anang Anas Azhar S Ag mengutuk keras unjukrasa yang menewaskan Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut ini, Selasa (3/2). “Tindakan brutal itu sangat biadab dan tidak mencerminkan kemanusiaan,” kata Anang kepada wartawan di Medan. (MB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: