Ormas Islam : Kapolri Copot Kapoldasu dan Kapoltabes Medan

Kebrutalan aksi sejumlah demonstran menuntut pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (3/2) kemarin, yang mengakibatkan meninggalnya Drs H Abdul Aziz Angkat MSP, mengundang protes dan kecaman keras dari Organisasi Kepemudaan Islam (OKI) di Kabupaten Labuhanbatu terhadap kinerja aparat kepolisian.
Atas nama OKI Labuhanbatu, sepuluh organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam di daerah ini meminta kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) agar segera
mencopot dan mengganti Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) serta Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapoltabes) Medan.
“Kita meminta dan mengharapkan agar Kapolri segera mencopot dan mengganti Kapoldasu serta Kapoltabes Medan. Peristiwa yang merenggut nyawa Ketua DPRD Sumut itu
tidak akan terjadi andainya aparat kepolisian cepat tanggap mengambil tindakan antisipasi. Inikan karena polisi lamban, makanya para demonstran itu sempat bertindak brutal dan tidak terkendali,” kata Ja’far Siddiq Nasution selaku juru
bicara OKI Labuhanbatu di Rantauprapat, Rabu (4/2)
Ditambahkannya, seharusnya sebagai pimpinan di institusi kepolisian, baik Kapoldasu maupun Kapoltabes Medan, tidak boleh lengah mengantisipasi keadaan. Peristiwa yang merenggut nyawa Ketua DPRD Sumut itu menunjukkan bahwa kinerja aparat kepolisian di daerah ini sangat lemah, lamban dan tidak profesional.
“Bayangkan saja, dalam situasi yang dapat dikatakan darurat atau membahayakan, aparat kepolisian setempat tidak mampu memberikan perlindungan ataupun langkah penyelamatan terhadap seorang Ketua DPRD Provinsi. Ini kan sudah keterlaluan namanya!” ujar Ja’far Siddiq yang juga Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Bulan Bintang (PBB) Labuhanbatu itu.
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PBB Sumatera Utara, Irwan A Hasibuan SE, MSi. Kepada wartawan di Rantauprapat, di sela-sela
kunjungannya ke daerah ini, Rabu (4/2), Irwan A Hasibuan meminta agar aparat penegak hukum dapat segera mengungkap dan menangkap aktor intelektual aksi brutal massa pendukung Protap tersebut.
“Saya mengharapkan agar aparat kepolisian dapat bekerja sungguh- sungguh dalam mengungkapkan siapa aktor intelektual yang berada di balik peristiwa itu dan segera bisa menangkap para pelaku penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Ketua DPRD Sumut tersebut,” kata Irwan A Hasibuan.
Ke-sepuluh Ormas Islam yang tergabung dalam OKI Labuhanbatu tersebut adalah, Gerakan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar (Gamar), GP Ansor, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Ikatan Pemuda Al Wasliyah (IPA), Pergerakan Mahasiswa Islam
Indonesia (PMII), Angkatan Muda Islam Indonesia (AMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pemuda Muslimin Indonesia, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)
dan Pemuda Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: