Punya Tiket ke Malaysia, Candra Panggabean Berniat Terbang

GM Chandra Panggabean sudah berniat untuk pergi ke Malaysia usai aksi massa Protap, Selasa, kemarin, yang berujung tewasnya Aziz Angkat, Ketua DPRD Sumut itu. Sumber MedanBisnis di Polonia menyebutkan GM Chandra Panggabean telah mengantongi tiket penerbangan ke Malaysia dengan nomor penerbangan MH861 yang berangkat Rabu (4/2), hari ini, sekira pukul 09.00 WIB. Namun karena sepi penumpang, maka penerbangan dipindahkan keberangkatan selanjutnya pukul 15.00 WIB dengan nomor penerbangan MH 865 dengan tujuan yang sama.
Tapi GM Chandra belum sempat mempergunakan tiketnya itu. Ia yang juga Ketua Tim Pembentukan Protap itu keburu ditangkap Tim Reskrim Poltabes Medan di Hotel Grand Antares Medan, Selasa sore. Ia tak sendiri, Datumira Simanjuntak SH, Viktor Siahaan SH, Anggota DPRDSU Partai PDS, Drs Burhanudin Rajagukguk turut ditangkap.
Amatan MedanBisnis di Mapoltabes Medan dijaga 120 personel anggota Brimobdasu dengan tongkat rotan. Ir GM Chandra Panggabean yang mengenakan pakaian safari hitam dengan setelan kemeja merah dan mengenakan dasi terlihat lusuh dengan wajah tertunduk saat diapit dua petugas Reskrim Poltabes Medan menuju keruangan penyidik Jahtanras. Beberapa wartawan sempat melontarkan pertanyaan. Namun demikian, Ir GM Chandra Panggabean enggan memberikan keterangan kepada wartawan.
Kapoldasu Irjen Pol Drs Nanan Soekarna melalui Kabid Humas Kombes Pol Drs Baharudin Djafar MSi mengatakan, pengamanan empat “petinggi” Protap tersebut berdasarkan pengembangan pemeriksaan enam mahasiswa yang melakukan aksi anarkis di DPRDSU. “Dari enam pengunjukrasa yang diamankan itu diantaranya yakni ketua aksi, FM Ratunira Simanjuntak (23) aktifis mahasiswa, warga Jalan Sering Medan dan aktifis mantan mahasiswa, PS (25) penduduk asal Simalungun,” kata Kombes Pol Baharudin.
Menyangkut sudah sejauhmana hasil pengusutan sementara pihak kepolisian atas insiden ini, Nanan mengatakan, berdasarkan laporan Kapoltabes MS Kombes Pol Drs Aton Suhartono, sudah tujuh orang yang diamankan. “Ketujuhnya sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan kemungkinan akan ada pengembangan lain sesuai hasil temuan di lapangan,” katanya.
Nanan bilang ketujuh tersangka itu adalah: Jumongkas Hutagaol, Gelmok Samosir, Jhon Eron Lumban Gaol, GM Chandra Panggabean, Burhanuddin Rajagukguk, Datumira Simanjuntak dan Viktor Siahaan.
Agung Arif Wibowo (24) anak almarhum Aziz Angkat, warga Jalan Eka Rasmi Gang Pipa 2, Medan Johor merasa puas setelah melihat tersangka yang diamankan Poltabes di ruang penyidik. “Aku puas sudah melihat pelakunya sudah diamankan aparat penegak hukum. Kita minta diproses secara hukum,” katanya.
Pasca kejadian itu jajaran Kapolda terlihat bersiaga dan melakukan pengamanan di sejumlah titik strategis di kota Medan. Ada terlihat Irjen Pol Nanan Soekarna sempat mengadakan rapat mendadak dengan Direktur Intel dan Direktur Reskrim. Beberapa saat kemudian personel Brimobdasu terlihat di sejumlah akses keluar masuk seperti di Bandar Polonia Medan.
Suasana siaga juga terlihat di Bandara Polonia Medan. Petugas keamanan di Bandara Polonia terlihat melakukan pengamanan ekstra ketat terhadap orang-orang yang diduga akan kabur menggunakan pesawat udara. Pantauan MedanBisnis petugas keamanan ada menyebar di tiap terminal, keberadaan petugas berpakaian preman tersebar di depan pintu masuk terminal keberangkatan domestik dan internasional.
Tak hanya petugas keamanan saja yang melakukan pengawasan pengamanan terhadap orang yang dicurigai, namun petugas imigrasi Polonia dan maskapai juga turut mengawasi.
“Dikoordinasikan secara lisan oleh pimpinan DPRD Sumut untuk mewaspadai oknum pencetus Protap yang dicurigai kabur ke luar negeri. Sebab, kepolisian dan Depkum HAM mengeluarkan secara resmi orang-orang yang dicurigai sebatas mewaspadai daerah lintasan ke luar negeri,” kata Kepala Unit TPI Bandara Polonia, Dadan Gunawan.
Imigrasi telah menempelkan identitas 6 orang yang bertanggung jawab atas aksi massa Protap di selebaran imigrasi terminal keberangkatan Internasional.  “Kita juga telah mendapat perintah dari GM AP II untuk melakukan pengawasan terhadap orang-orang tersebut,” sebut Dadan.
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Syamsul Arifin dan Muspida sepakat, bahwa seluruh pihak yang bertanggungjawab atas kerusuhan di gedung DPRD Sumut yang menyebabkan meninggalnya Ketua DPRD Sumut Drs H A Aziz Angkat MSP akan ditindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Demikian salah satu hasil kesepakatan Gubsu dan Muspida dalam rapat mendadak yang digelar di rumah Dinas Gubsu Medan, Selasa (3/2), untuk menyikapi peristiwa meninggalnya Ketua DPRD Sumut. Hadir dalam kesempatan itu, Kapoldasu Irjen Pol Drs Nanan Soekarna, Walikota Medan H Afifuddin Lubis, Kajatisu Gortap Marbun SH, Kasdam I/BB) Brigjen TNI Asman Yusri Yusuf, Pangkosekhanudnas III Medan Marsma TNI FHB Sulistio dan Danlantamal I Belawan Laksma TNI Arie Sembiring, dan Wakil Ketua DPRD Sumut Hasbullah Hadi.
“Kesepakatan rapat Muspida tadi, yang pertama adalah akan menindak tegas yang semua yang bertentangan dengan hukum, siapapun dia dan apapun itu,” tegas Gubsu kepada wartawan, seraya menyatakan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Ketua DPRD Sumut yang juga merupakan sahabat dekatnya itu.(MB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: