Tewaskan Ketua DPRDSU

BKPRMI Labuhanbatu : Pendemo Makhluk Bar-bar

Tewasnya ketua DPRD SU terus menuai keprihatinan berbagai kalangan. Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Labuhanbatu salahsatunya. Ormas ini mengutuk keras demo massa pendukung Provinsi Tapanuli (Protav) yang bertindak anarkis yang menewaskan Ketua DPRD SU Abdul Aziz Angkat itu. Dan, menilai para pendemo sebagai makhluk bar-bar.
Ketua DPD BKPRMI Labuhanbatu Borkat Hasibuan menyampaikan itu, Selasa (3/2) usai menerima kabar tewasnya teman kuliahnya untuk gelar S2 Master Studi Pembangunan (MSP) di Universitas Sumatera Utara (USU) itu.
Menurutnya, sesuai dengan rekaman video yang ditayangkan salahsatu stasiun TV, massa pendukung Protav saat itu dinilai bukan lagi massa manusia dan mahasiswa yang sedang unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya.
Melainkan, kata dia, makhluk bar-bar tidak beradab dan tidak berkebudayaan.
Massa pendukung Protav saat unjuk rasa itu tidak lagi mencerminkan manusia yang memiliki intelektualitas yang tinggi, santun dan berperikemanusiaan. Serta, jauh dari ciri-ciri manusia yang modern yang mengagungkan jalan tengah demokrasi dalam menyampaikan setiap aspirasinya.
Dengan brutal dan ganasnya saat berdemo itu, massa pendukung Protav hampir mirip dengan manusia pra sejarah
yang dikategorikan masih setengah manusia. “Belum memiliki peradaban dan kebudayaan. Dan, punah dalam sejarah. Karena, saling membunuh diantara mereka,” tukasnya.
Padahal, tambah Borkat, dia mengenal Aziz Angkat sebagai figur yang sangat bersahabat dan enak diajak berdiskusi, familiar dan tanpa membeda- bedakan suku, agama dan ras dalam setiap pergaulan pribadi dan politiknya. Serta, tambah dia, dalam menjalani tugasnya sebagai Ketua DPRDSU.
Dengan sosok Aziz Angkat yang supel, fleksibel dan demokratis itu, seharusnya siapapun yang berhadapan dengannya khususnya dan dengan DPRDSU umumnya seharusnya juga menunjukkan sikap. Dan, perilaku demokrat seperti yang ditunjukkan Aziz Angkat.
Aziz Angkat dan DPDRD adalah figur dan lembaga terhormat, bukan preman yang harus dihadapi dengan kekerasan.
“Dengan perlakuan bar-bar itu, berarti massa pendukung Protav adalah preman-preman yang tidak bisa ditolerir keberadaannya di Sumut ini,” tegasnya.
Karena itu pula, Borkat meminta aparat kepolisian
cepat bertindak meringkus pelaku kekerasan terhadap Aziz Angkat dan menghukum mereka seberat-beratnya. “Berikut menyikat habis dalang, antek dan penanggungjawab aksi saat itu,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: