Menantu cekik mertua hingga tewas

Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat di Kotapinang dipimpin hakim Beslin Sinaga, SH,MH dengan hakim anggota Syahrul Rizal, SH dan Nelson Angkat, SH serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Siregar, SH, Jumat (6/2) menyidangkan terdakwa ES alias P dalam kasus pencurian dan mencekik mertua hingga tewas

Dalam dakwaannya JPU mengatakan ES pada 16 November 2008 pkl 03:00 datang ke rumah mertuanya, Purwanti, 42, di Perumahan Nusantara Blok-D No. 8 PTTorganda, Desa Torganda, Kecamatan Torgamba, Labuhanbatu Selatan.

Purwanti (korban) saat itu sedang tidur sendirian, sedangkan suaminya Kasmin sedang tugas malam. Terdakwa masuk dengan merusak jendela belakang, selanjutnya ke kamar dan mengambil uang milik korban Rp3 juta dari dompet dalam lemari.

Ketika terdakwa hendak keluar dari rumah, Purwanti terbangun dan langsung berteriak, namun terdakwa menerkam dan mencekik leher korban hingga terjatuh. Karena korban masih meronta, terdakwa menaruh kedua lututnya ke-ketiak korban sehingga tidak berkutik dan bergerak lagi, dan dari lobang hidung korban keluar darah. Setelah korban tewas, lalu terdakwa menaikkannya ke tempat tidur.

Dalam dakwaan disebutkan, tujuan terdakwa mencekik leher Purwanti karena takut diketahui  telah mencuri uang mertuanya tersebut.

Terdakwa meninggalkan rumah mertuanya dan mampir di Pos Satpam  Ekadana sekira pukul 04:30. Lalu, dia masuk ke dalam pos bersama seseorang kenalannya, lalu tidur.

Pukul 07:00 terdakwa bangun dan berangkat meninggalkan pos, menuju arah Pekan Ginjang-Ginjang, ketika terdakwa melintas didepan pos satpam Gapura PT.Torganda, terdakwa distop oleh seorang oknum satpam Waruhu, kenalan terdakwa, mengatakan: Lae apa sudah kerumah ? belum jawab terdakwa, kemudian satpam tersebut mengatakan “pulang kau” karena mertuamu perempuan meninggal dunia, katanya. Terdakwapu berpura pura tidak tahu sambil menjawab ” yang betul kau” kata terdakwa.

Kemudian terdakwa memutar arah speda motornya kearah rumah  mertuanya. Ditengah perjalanan terdakwa menyembunyikan BB berupa uang yang dicurinya dibawah pelepah daun  sawit. Setibanya dirumah mertuanya, terdakwa melihat bahwa korban sudah disemayamkan diruang tamu dan terdakwa melihat batang leher almarhum ada luka memar akibat cekikan.

Polsek Torgamba mencium pelaku peristiwa itu, akhirnya Minggu 16  Nop 2008 sekira pkl.13.00 WIB berhasil menangkap terdakwa dari rumah duka, saat terdakwa masih bertahan melayat dirumah mertuanya itu.

Menurut JPU, terdakwa melanggar pasal 365 ayat (3)  dan majelis  hakim menunda sidang hingga  (12/2)  Kamis depan untuk mendengar keterangan saksi.(w)
(eln/c05)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: