Tujuh Ton Pupuk Urea tanpa Izin Diamankan

Pupuk Urea non subsidi sekitar 7 ton atau sebanyak 140 sak, yang diangkut truck Colt Diesel BK 8437 VL dan Truck Dyna BK 8154 YK dan rencananya akan diperjual belikan, berhasil diamankan Jajaran Polres Labuhan Batu karena tidak ada mengkantongi izin resmi, Sabtu (7/2) dari lokasi Gang Mafia, Kota Batu Kecamatan Na-IX X.

Informasi yang diperoleh di Mapolres menyebutkan, awalnya pupuk urea non subsidi ini diangkut Truck Colt Diesel BK 8437. Dan, akan dipindah tempatkan ke truck Dyna BK 8154 YK. Namun usaha untuk memindahkan tersebut tidak berjalan mulus keburu ditangkap polisi.

Dari penangkapan tersebut, polisi langsung menindak lanjuti pengembangannya menelusuri darimana asal pupuk tersebut. Selanjutnya, polisi mengarah ke Kisaran Kabupaten Asahan tempat asal pupuk tersebut diangkut dari rumah tersangka Le yang kini masuk DPO.

Hasil penggrebekan itu, polisi hanya berhasil menemukan dan mengamankan karung kosong pupuk urea bersubsidi pemerintah sebanyak 150 buah. Diduga, karung-karung kosong pupuk urea bersubsidi itu sudah diganti dengan yang non subsidi.

Saat ini, polisi sudah mengantongi tiga nama yang terlibat dalam kasus ini dan masuk dalam DPO masing-masing berinisial Le (26) warga Pematang Siantar, Iw (36) warga Kisaran Asahan dan Sy warga Rantau Prapat.

Pengemudi truck Clot Diesel BK 8437 VL Iy dan I (kernek), serta pengemudi Truc Dyna BK 8154 YK ADJ dan HR telah dimintai keterangannya oleh polisi. Menurut pengakuan supir Iy, pupuk tersebut diambil dari Perlanakan, Desa Suka Tani, Kecamatan Bandar, Simalungun.

Kapolres Labuhan Batu AKBP Toga Habinsaran Panjaitan melalui Kasat Reskrim AKP Moch Yoris MY Marzuki SIK didampingi Kanit Ekonomi Ipda Yuda Setiawan, Rabu (11/2) di ruang kerjanya membenarkan telah mengamankan pupuk non bersubsdi sebanyak 140 sak.

Kanit Ekonomi Ipda Yuda Setiawan menambahkan, diduga pupuk urea non subsidi ini telah diganti karung dari pupuk urea subsidi. Dugaan kuat ini, saat ditemukan barang bukti karung kosong pupuk urea subsidi. Hal ini melanggar UU RI No 12 Tahun 1992 tentang Budidaya Tanaman, Pasal 60 Jo 256 KUHPidana, Pasal 62 (1) UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, ucap Yuda.

Kini barang bukti pupuk Urea non subsidi sekitar 7 ton atau sebanyak 140 sak, dan 150 karung kosong pupuk urea bersubsidi serta truck Colt Diesel BK 8437 VL dan Truck Dyna BK 8154 YK diamankan dikomando untuk proses lebih lanjut. Saat ini, tiga tersangka yang kini DPO masih terus dikejar polisi, tambah Yoris.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: