Isu Sertifikasi Guru Otomatis Beredar di Labuhanbatu

Di kalangan guru-guru di Labuhanbatu beredar isu yang menyatakan bahwa semua guru negeri dan swasta yang mengajar dengan masa tugas 25 tahun ke atas akan mendapat sertifikasi secara otomatis. Akibatnya, di antara sesama guru saling bertanya. Bahkan banyak guru dan Kepsek menanyakan langsung ke kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran Labuhanbatu.
Sekarang banyak diciptakan manajemen pendidikan yang mengarah kepada peningkatan kualitas pendidikan guru-guru yang disesuaikan dengan pertambahan anggaran pendidikan secara nasional yakni 20% dari dana APBD dan APBN.

Beberapa contoh manajemen pendidikan itu antara lain pelaksanaan sertifikasi, proses impassing, termasuk pendataan kepada semua guru honor baik swasta maupun negeri supaya mendapat tunjangan fungsional.
Namun kenyataannya pelaksanaan sistim itu belum berjalan secara jelas di Labuhanbatu seperti harapan guru-guru. “Yang sertifikasilah yang impassinglah, yang fungsionallah, banyak kali istilah-istilah tapi satupun tidak ada yang beres,” kata beberapa orang guru swasta  sembari mengakui bahwa sampai saat ini belum juga menerima tunjangan fungsional dari Pemerintah Pusat walaupun anggaran pendidikan sudah bertambah menjadi 20% dari dana APBD dan APBN.

“Janganlah guru-guru yang kurang kesejahteraan ini dipolitisir untuk kepentingan politik tapi tidak ada satupun yang jelas hasilnya,” kata seorang guru dengan lesu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Labuhanbatu Drs Jamaren Ginting MSi yang dihubungi tentang isu sertifikasi tidak berada di kantornya. “Kadis tidak bisa diganggu. Lagi ada tamu,” kata salah seorang ajudan kepada SIB saat ditemui di kantornya, Rabu (11/2) di Jalan Menara Rantauprapat.
Kabag Kepegawaian Kantor Dinas Pendidikan Labuhanbatu Drs Sofian menyangkut isu itu mengatakan, sampai sejauh ini belum ada informasi yang jelas dari pusat dan provinsi sampai kepada pihaknya. “Isu itu memang sudah sampai kepada kami. Tapi di koran nampaknya belum ada diberitakan. Seandainya pun itu ada, petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan pasti turun kepada kami. Tapi sampai sekarang buktinya belum jelas,” kata Sofian.
“Itu hanyalah wacana saja, siapa penabur isu itu kami pun tidak tahu. Yang jelasnya guru-guru sudah banyak yang menanyakan itu kemari,” kata salah seorang staf kepegawaian di Kantor Dinas Pendidikan Labuhanbatu. (WS/q)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: