Oknum Guru Rantauprapat Dituding Gelapkan Uang Arisan

Seorang oknum guru SDN V Rantauprapat berinisial M br M alias Boneng (48) dilaporkan ke Polres Labuhanbatu, Kamis (19/2), karena dituding membawa kabur uang arisan para pedagang pasar tradisional setempat bernilai ratusan juta rupiah. Salah seorang korban, Lidya Sitorus, menuturkan, semula pelaku menawarinya laptop melalui kegiatan arisan. Hanya saja, setelah uang arisan disetor, hingga enam bulan kemudian, laptop yang dijanjikan tidak pernah ada. Akibatnya, peristiwa itu dilaporkan Lidya ke aparat kepolisian pada 27 Januari 2009.
Hal senada dikemukakan korban lainnya, Rengsi br Sibarani, warga Jalan Multatuli Rantauprapat dan Ratna Omi, warga Jalan Binaraga Rantauprapat. Rengsi mengaku telah menyetorkan dana sebesar Rp 5.500.000, sedangkan Ratna Omi senilai Rp 30 juta pada 4 Desember 2008. Ratna mengaku telah mengikuti arisan itu sejak dua tahun silam dan rencananya akan mendapat nomor pada 4 Desember 2008. Ironisnya, saat yang dinantikan tiba, Boneng justru menunda pencairan dananya hingga 21 Januari 2009. Kendati demikian, saat yang dijanjikan tiba, oknum guru SD tersebut sulit ditemui di sekolahnya. Bahkan, saat ditemui di kediamannya kawasan Jalan Pasar lama Rantauprapat, ia menantang agar korban yang merasa keberatan melaporkannya ke pihak berwajib.
“Dengan lantang pelaku mengelak membayar penuh uang kami,” ungkap Ratna.
Merasa keberatan dengan sikap Boneng, korban menyatakan untuk melaporkannya ke aparat kepolisian. Hanya saja, tidak berselang lama, sekelompok pria bertato yang mengendarai sepeda motor mengikuti korban hingga ke Jalan Sirandong Rantauprapat.
“Kami digertak dan dimaki preman bertato yang dipanggil Boneng dari halaman rumahnya dan mengejar kami sampai ke Jalan Sirandorung,” tutur Ratna.
Para korban menyebut, dari pengakuan pelaku, ada oknum perwira polisi yang mem-backup-nya di Polres, sehingga tidak peduli kalau diadukan. Korban lain mengaku mendapat interpensi dari pihak lain.
Sebelumnya, korban lainnya, Lasyeria br Purba, telah mengadukan pelaku, Rabu (28/1), dengan nomor laporan No.Pol:LP/108/I/2009/LB dan Surat Tanda Bukti Peneriaan Laporan No.Pol: STBL/73/I/2009/SPK-B tertanggal 28 Januari 2009. Kepada tim penyidik, korban menyatakan telah ditipu pelaku pada 4 Desember 2008 di Pajak Baru Rantauprapat, Labuhanbatu.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Drs Toga Habinsaran Panjaitan melalui Kasat Reskrim AKP M Yoris Marzuki kepada wartawan, berjanji segera menindaklanjuti laporan para korban. “Tidak ada intevensi dalam pengusutan kasus penggelapan dan penipuan ini,” tegasnya.(MB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: