Ratusan Angkutan Liar Mulai Meresahkan

Diperkirakan sekitar 300-an mobil angkutan yang tidak memiliki ijin operasional di Labuhanbatu. Khususnya, di kota Rantauprapat. Malah, diduga, kini semakin meresahkan para supir angkutan penumpang yang memiliki mobil plat kuning.
Hal itu disebabkan, para supir plat kuning membayar biaya retribusi ijin trayek ke pemkab setempat. Sementara, yang “liar” samasekali tidak pernah dibebankan biaya apapun.
Seperti pengakuan salahseorang supir yang enggan menyebutkan namanya kepada sejumlah wartawan, Selasa (24/2) di sekitaran kota Rantauprapat.
Sejak ia menjadi supir mobil angkutan penumpang, semua kutipan resmi ia penuhi. Namun, mobil plat terlihat dibedakan dengan mereka.
“Kami bayar ijin trayek dan kartu pengawas Rp100.000 setiap tahun. Rp1000 untuk retribusi terminal. Dan, lain lagi speksi,” ujarnya.
Sementara, tambahnya, diyakini mobil berplat hitam, diduga tidak membayar seluruh kewajiban. Katanya, dikhawatirkan jika terjadi kecelakaan. Penumpang mobil plat hitam pasti tidak mendapat santunan Jasa Raharja.
Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Labuhanbatu Zulkifli Hasibuan, Selasa (24/2) di ruang kerjanya membenarkan kondisi itu. Diakuinya, pihaknya pernah melayangkan surat ke Satlantas Polres Labuhanbatu yang ditembuskan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut dan Labuhanbatu pada 22 Maret 2008 lalu.
Namun hingga ini, Organda belum mendapat jawaban apapun.
“Kami membayar pajak. Tapi, sepertinya pemerintah kita terkesan membiarkan keberadaan mobil liar itu beroperasi,” tukasnya.
Padahal, kata dia, jikalau itu ditertibkan, dipastikan pemerintah setempat memperoleh pendapatan asli daerah (PAD). “Kita khawatir jika ini dibiarkan, lamban laun tidak tertutup kemungkinan akan berdampak nagatif,” kata Zulkifli.
Kadishub Labuhanbatu Ali Muktir Siregar dan Kasat Lantas Polres Labuhanbatu AKP Tris L Lesmana, saat
dikonfirmasi dihari yang sama via hanphone, belum bersedia memberikan komentar.
Dicoba melalui pesan singkat, keduanya juga masih enggan memberikan tanggapan.
Pantauan di lapangan, stasiun mobil angkutan penumpang plat hitam banyak berdiri dipinggir jalan sekitaran Kota Rantauprapat.
Namun, sampai sekarang, belum ada terlihat aksi dari Pemkab Labuhanbatu maupun instansi/lembaga lainnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: