Bah, Lambang Demokrat Lebih Terang

Caleg Partai Golkar Ir Leo Nababan menilai telah terjadi diskriminasi terhadap parpol-parpol lain dan adanya indikasi pemilu yang tidak jurdil (jujur dan adil) dalam pelaksanaan tahapan pemilu.
Misalnya, kata Leo, contoh-contoh surat suara yang dipajang KPUD Labuhanbatu di sejumlah titik persimpangan jalan, tidak jelas. Dalam contoh surat suara dimaksud, hanya lambang Partai Demokrat yang terang. Sedangkan lambang partai-partai lain peserta pemilu yang ada dan terdaftar di daerah ini, kabur.
“Saya minta KPU menunda Pemilu 9 April 2009, karena sudah ada indikasi penyelenggaraan pemilu yang tidak jujur,” tegas Leo Nababan, dan menyampaikannya kepada wartawan, Selasa (3/3), per telepon.
Beberapa contoh surat suara yang tidak jurdil itu dilihatnya, Selasa, ketika dia melakukan sosialisasi di Labuhanbatu dan melintas dari jalinsum Labuhanbatu, Rantauprapat-Aek Nabara-Kotapinang.
“Saya kaget melihat contoh surat suara yang dipajang KPU di persimpangan-persimpangan jalan besar di daerah ini, karena yang bisa dilihat itu hanya lambang Partai Demokrat, sedang gambar partai lain tidak jelas. Kabur,” tukas Leo.
Menurut dia, kenyataan ini bisa membuat 43 parpol lain atau 35 parpol di Labuhanbatu marah. Sebab, ini sudah menunjukkan adanya diskriminasi penyelenggara pemilu terhadap sejumlah parpol lain yang juga peserta pemilu.
Dengan adanyanya bukti itu, dia mengindikasikan pelaksanaan Pemilu 9 April 2009 tidak jurdil. Sebab, kata dia, KPU dalam mencetak contoh surat suara saja pun sudah terjadi tipu menipu, hanya gambar partai Demokrat yang bisa terlihat, lambang partai-partai lainnya semu atau tidak dapat dilihat dari jarak 3 meter.
Leo Nababan yang juga staf ahli Ketua DPR Agung Laksono, meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera turun tangan supaya tidak ada penipuan dalam pelaksanaan Pemilu 2009 ini.
“Kalau kenyataan itu dibiarkan dan sampai terjadi dalam surat suara pada hari H nanti 9 April 2009, ini bisa kacau. Bakal terjadi Pemilu tidak jurdil,” tukasnya.
Caleg nomor 2 dari PPRN Dapem (1) untuk DPRD Labuhanbatu, Efran Simanjuntak SE, mengungkapkan hal senada dengan Ir Leo Nababan. Dia menyatakan tidak boleh ada diskriminasi dari pihak manapun terhadap parpol manapun dalam tahapan maupun pelaksanaan Pemilu.
Ketua KPUD Labuhanbatu, Suhari Pane SIP, yang sedang sosialisasi di Kota Pinang, ketika dihubungi wartawan per telepon seluler, mengatakan kalau ada yang kabur adalah salah pencetak. Katanya, tidak ada yang kabur dalam master contoh surat suara sebelum dicetak. Contoh surat suara itu dicetakkan oleh sekretariat KPU di Medan. “Hasil croscekku tidak ada yang kabur. Ya, pastinya kalau ada, itu salah pencetak,” tulis Suhari dalam SMS menjawab wartawan.(MB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: