Pasutri Diduga Keracunan

Pasangan suami istri (Pasutri) diduga keracunan. Salahsatu diantaranya meninggal dunia. Lindawati (35) warga Kelurahan Padang Bulan, Rantau Selatan, Labuhanbatu, Sumut, Rabu (8/4/2009) akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah sebelumnya minum segelas Teh manis.
Disebutkan, Agus suami korban ketika menerima suguhkan air teh seduhan korban, merasa heran. Pasalnya, sembari sarapan Lontong sekira jam 07.30 waktu setempat mengakui Teh tersebut terasa pahit.
Selanjutnya, PNS di Mapolres Labuhanbatu ini, menanyakan hal itu kepada korban. Korban yang diduga heran dengan pertanyaan sang suami, lantas mencoba merasa dengan meminum Teh manis miliknya. Karena, selain untuk Agus, korban juga membuat minuman untuknya.
Tak disangka, jelang beberapa saat kemudian, korban mengalami muntah-muntah. Dan, diduga merasa ngantuk, langsung masuk kedalam kamar. Selanjutnya, terkapar. Didalam kamar, korban muntah dan mengeluarkan tinja.
Sementara, sang suami tak jauh beda. Merasa mual, Agus selanjutnya muntah-muntah di kamar mandi.
Melihat kondisi kedua orangtuanya yang janggal tersebut, Icha (10) putri keduanya langsung menelpon Putra (sepupunya).
Melihat kondisi keduanya, Putra sejurus kemudian meminta bantuan warga sekitar dan segera mengevakuasi keduanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, sesampainya di instalasi gawat darurat (UGD), nyawa Linda tidak dapat diselamatkan. Sementara, Agus terus mendapatkan pertolongan medis.
Setelah dilakukan visum, Jenazah korban selanjutnya dibawa pihak keluarga ke Jalan Simpang Mangga Bawah, Rantau Selatan Labuhanbatu untuk disemayamkan dan rencananya dihari yang sama dikebumikan.
Pihak Kepolisian setelah menerima informasi tersebut langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa bungkus bubuk Teh Celup. Gula pasir dan satu galon air mineral.
Kemudian, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan ke sebuah Depot pengisian ulang air mineral di kawasan Jalan Siringo-ringo, Rantauprapat.
Putri korban, Icha menungkapkan, Ibunya langsung muntah-muntah selang beberapa waktu setelah meminum air teh manis yang diseduh mempergunakan air mineral isi ulang. “Bunda meminum Teh Manis. Bunda terus muntah,” bebernya di lokasi persemayaman jenazah korban.
Diakuinya, pembuat teh tersebut adalah korban. Dan, kata dia, Agus sempat bertanya kondisi Teh yang terasa pahit.
“Bapak bertanya ke Bunda. Rasanya, koq pahit,” ujarnya menirukan sang Bapak. Dia, katanya, tidak minum menggunakan air mineral itu. “Tapi, minum air yang dimasak,” tukasnya.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Toga Habinsaran Panjaitan melalui Kasat Reskrim AKP M Yoris yang langsung turun ke lapangan mengaku masih terus melakukan penyelidikan kasus itu.
Bahkan, dari beberapa barang bukti (BB) yang ada akan diperiksa melalui laboratorium forensik. “Kita belum dapat menyimpulkan adanya indikasi pembunuhan. Masih diselidiki,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: