Keterlambatan Pengembalian Logistik Perlu Dikritik

Kotak Suara terlambat dan pengembaliannya tanpa tersegel agar jadi perhatian.
Saksi Parpol diminta melakukan koreksi itu. Koordinator Pemilih (TePI) Indonesia mengatakan hal itu kemaren dalam siaran persnya.
“Telat Dikembalikan dan Gembok Surat Suara tak bersegel agar dapat lebih dikritik,” kata Yos Batubara.

Berdasarkan hasil pantauan Komite Pemilih (TePI) Indonesia Labuhanbatu sepanjang pelaksanaan pemilu 2009 dibeberapa kecamatan, katanya, TePI Indonesia mengharapkan kepada para saksi atau caleg yang diutus Partai Politik (parpol) agar lebih kritis mengkoreksi hasil dalam tahapan proses rekapitulasi perolehan penghitungan suara nanti.

Hal ini, ujar dia, mengingat karena telatnya pengembalian kotak suara yang berisi surat suara, berita acara pemungutan suara kepada PPK tempo hari.
Berdasarkan hasil pantauan TePI pada tanggal 10 April lalu di beberapa kecamatan, ditemui masih banyak kotak suara yang belum bergerak ke PPK.
Ambil contoh, beber dia, di Kecamatan Kampung Rakyat pada hari Jumat 10 April yang lalu sampai dengan pukul 10 siang kotak suara belum seluruhnya nyampai di PPK, demikian juga halnya degan Kecatan Kota Pinang, sampai pukul 12.40 siang kotak suara yang baru nyampai di PPK baru satu kelurahan/desa yakni Sosopan.
Sementara dari Kecamatan Kualuh Leidong pada hari yang sama sampai pukul 14.00 diperoleh informasi belum ada satu kotak suara pun yang nyampai di PPK kala itu, ungkapnya.

Padahal, sambungnya, UU No 10/2008 tentang Pemilu secara gamblang menyebutkan, KPPS wajib menyerahkan kotak suara tersegel yang berisi surat suara, berita acara pemungutan suara serta sertifikat hasil penghitungansuara kepada PPK melalui PPS atau kepada PPLN bagi KPPSLN pada hari yang sama.
Yang menjadi alasan lain, katanya lagi, bahwa diketahui dari Panwaslu Kabupaten bahwa di beberapa kecamatan ditemukan kotak suara yang gemboknya tidak bersegel.
Seperti yg sharringkan oleh salah satu anggota Panwaslu Labuhanbatu kepada TePI Indonesia beberapa hari yg lalu.

Dari itu, sebagai lembaga Pemantau Pemilu yang mendapat akreditasi dari KPU, TePI Indonesia mengharapakan kepada saksi atau caleg yang di utus parpol. Bahkan juga Panwaslu agar lebih kritis mengkoreksi hasil dalam tahapan proses rekapitulasi perolehan pnghitungan suara nanti dan mengchroscheck perolehan hasil tiap TPS.

Selain itu, dirinya juga menyarankan, perlu juga di croscheck kembali surat suara yang tak terpakai atau surat suara sisa dari masing-masing TPS tempo hari, walaupun sdh diberi tanda silang. “Namun untuk memastikan kemurniannya, surat suara sisa tersebut dapat diperiksa kembali,” tukasnya.
Tujuannya, apakah benar-benar surat suara sisa tersebut benar-benar masih bersih atau belum ada bekas contrengan.
“Semua ini tak lain adalah demi menjaga kemurnian suara rakyat yang diberikan melalui bilik suara pada 9 April lalu,” tandas Yos.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: