Demokrasi & Caleg Gila

Oleh : Fajar Dame Harahap

Jangan menangis nanda. Karena, kita tidak memiliki apa. Kini kita papa. Makan hanya sepiring bersama. Untuk pendidikanmu tak lagi ada dana. Kesehatan kita semakin merana. Tidur beralas dipan tua. Tetes airmata akan kian terbiasa.
Semua, demi ambisi Ayahanda. Mengejar kehormatan nama. Mimpi jadi seorang ternama. Duduk bersama punggawa. Cerita tentang sebuah negara. Bicara bergelora. Dengan retorika. Di gedung mewah mewakili nama jutaan jiwa. Jadi fokus sorotan setiap bola mata.
Ya, kita kini menderita. Karena, kini tiada harta. Hilang tiada tera. Lenyap tanpa sisa. Karena, membeli suara. Untuk agenda kampanye butuh dana. Dalam pesta demokrasi yang penuh dusta. Sebab, suara tuhan kini hanya bernilai 50 ribu saja.
Karena, pemilih kini telah buta. Suara terbanyak menjadi pola. Politik Uang menjadi idola.
Sistem yang perlu dicela. Ketukan palu MK goyangkan syaraf berbangsa. Kembali laik dikaji dan analisa. Lahirkan legislator tak berdaya. Hanya, hasilkan kemunculan komunitas serigala. Lapar dan dahaga. Mata merah membara. Mengintai mangsa. Berdalih aspirasi massa. Target utamanya. Pundi-pundi devisa.
Hai, hasil senggama. Paling menyakitkan terasa. Kini, kau tidak memiliki lagi seorang Ayahanda. Karena, tidak terima kenyataan yang ada. Sebab, penyelenggara pesta yang dituding mendua. Diduga merubah deret angka-angka perolehan Suara. Ayahanda kini trauma. Teraphi jalan satu-satunya. Istirahat di sebuah Rumah Sakit Jiwa. Karena, dia telah GILA….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: