PTPN 3 Dituding Rusak Tanaman Warga

Sejumlah warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Pena Indah menuding oknum karyawan PTPN 3 Rantauprapat melakukan pengrusakan tanaman masyarakat di areal stanvas seluas 60 hektar di Air Paing, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (4/7).
Ketua Kelompok Tani Pena Indah, Rispan mengatakan, peristiwa pengerusakan tanaman warga itu dilakukan oleh puluhan oknum karyawan PTPN 3 yang disinyalir atas suruhan pimpinan perkebunan itu di Rantauprapat.
“Mereka merusak tanaman ubi, pisang bibit sawit dan tanaman sayur yang diusahai warga. Bahkan akses menuju ladang kelompok tani itu hampir ditutup aksesnya dengan cara menggali pinggiran lahan sedalam 2 meter dengan memakai beckho,” kata Rispan.
Menurutnya, beberapa bulan lalu, sesuai kesimpulan pertemuan antara anggota DPRD dan pihak PTPN 3 serta anggota kelompok tani, bahwa masyarakat diperbolehkan mengusahai lahan itu sebelum keluar perpanjangan HGU PTPN3 dari pemerintah.
Selanjutnya, dia menilai dengan peristiwa pengerusakan itu, pihak perusahaan tidak mentaati hasil pertemuan dengan Komisi A DPRD Labuhanbatu baru-baru  di gedung DPRD Labuhanbatu
Berdasar pantauan Medan Bisnis di lokasi, seratusan karyawan perusahaan dikerahkan untuk merusak tanaman, gubuk-gubuk yang dibagun masyarakat sebagai tempat peristirahatan di ladang itu.
Saat itu juga, perusahan mendatangkan alat berat berupa back ho untuk meruntuhkan gubuk yang di bangun masyarakat di lahan tersebut. Seorang ibu rumah tangga bermarga Siregar tampak menjerit menghalagi beck ho yang hendak merusak tanaman dan gubuknya.
Berbagai ungkapan kekesalan di lontarkan kepada operator back ho yang ingin merusak tanamannya. Melihat hal itu, operator back ho sempat mengurungkan niatnya untuk merusak gubuk milik br Siregar dan kemudian pindah ke milik warga lainya yang saat itu tidak berada di tempat.
Operator back ho yang mengaku marga Sinambela itupun mengatakan, dia hanya menjalankan perintah atasannya untuk meratakan tanaman warga dilahan itu dengan tenggat waktu selama satu minggu.
“Saya pun orang miskinnya bu, saya mengerti juga, tapi bagaimana lagi.. saya di suruh atasan untuk merobohkan semua gubuk yang ada di lahan ini.  Bagi masyarakat diberi waktu selama satu minggu untuk mengangkat barang-barangnya, kalau tidak kami becho, “ ujar operator back ho itu kepada seorang warga, yang menyuruhnya untuk memberhentikan pengerusakan.
Setelah mendapat halangan dari masyarakat, beberapa jam kemudian puluhan oknum suruhan perkebunan untuk melakukan pengerusakan tanaman itu meninggalkan lokasi. Beberapa oknum polisi dan TNI lengkap dengan senapan laras panjang, turut ambil bagian dalam kelompok karyawan perkebunan tersebut.
Manejer PTPN3 Janji, Rantauprapat Wardin Girsang saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa dirinya tidak ada memerintahkan untuk melakukan pengerusakan tanaman dan gubuk warga.
“Saya tidak ada perintah melakukan pengerusakan tanaman masyarakat. Mungkin itu inisiatif mereka dari serikat pekerja perkebunan (SP BUN),”katanya. (MB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: