Tuntut Pembebasan Lahan Ratusan Petani Duduki Gedung DPRD Labuhan Batu

Sedikitnya ratusan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Pena Indah, berunjuk rasa di Gedung DPRD Labuhan Batu, Kamis (16/7). Mereka mendesak PTPN 3 Janji, Rantauprapat segera membebaskan lahan seluas 60 hektar yang sudah dikeluarkan dari HGU perusahaan perkebunan kelapa sawit itu.
Bahkan pengunjukrasa yang datang dengan membawa berbagai spanduk dan poster tersebut sempat menduduki ruang Komisi A  DPRD Labuhan Batu, karena tidak satupun dari 45 anggota dewan yang menemui pengunjuk rasa. “Kita terpaksa menduduki ruangan Komisi A DPRD ini. Karena komisi inilah yang membidangi persoalan tanah, tapi kok gak ada orangnya,” seru seorang pengunjuk rasa Titin dalam orasinya.
Bahkan, Titin sempat menghubungi Ketua DPRD Labuhan Batu, Drs Abdul Roni Harahap via ponsel agar menghadirkan anggota dewan yang bisa menampung aspirasi kelompok tani tersebut. Sayangnya, hingga aksi berakhir, tidak ada yang muncul ke ruangan komisi A.
Para pengunjuk rasa menuntut sikap DPRD yang sebelumnya telah memfasilitasi pertemuan antara petani, PTPN 3, dan pemkab. Hasilnya, lahan yang berada di Afdeling VI, Janji, Rantauprapat itu, distanvaskan.
Dari pertemuan itu, kemudian berkembang lagi dengan adanya kesepakatan antara petani dengan PTPN 3.

Dalam kesepakatannya, petani dapat menggarap lahan dimaksud dengan menanam tanaman muda.
Namun pihak PTPN 3 dianggap telah melanggar kesepakatan tersebut. Baru-baru ini, pihak PTPN 3 menggali parit yang cukup dalam dengan menggunakan alat berat beck ho, di sekeliling lahan konflik.
Dikatakan juga, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan ke DPRD terkait aksi mereka. Sayangnya, para wakil rakyat itu, tidak ada yang hadir. Pengakuan Titin, pihaknya merasa sangat kecewa. Padahal, masa bhakti anggota DPRD tinggal hanya beberapa pecan lagi.
Massa petani sempat dorong-dorongan dengan petugas kepolisian dan pamong praja. Pasalnya, massa merasa gerah berpanas-panasan.

Sementara, tidak seorang pun anggota dewan menerima kehadiran mereka. Para petani mencoba masuk secara paksa, namun dihadang petugas. Namun akhirnya, petugas memperkenankan delegasi petani sebanyak 10 orang untuk masuk ke ruang komisi A.
Staf DPRD, Hutasuhut, membenarkan bahwa tidak seorang pun anggota dewan berada di gedung itu. Hasil konfirmasinya dengan Sekretaris DPRD, Fuad Siregar, para pengunjukrasa itu agar diarahkan ke kantor Bupati setempat.
Merasa kecewa, pengunjukrasa akhirnya membubarkan diri. Namun para petani itu tidak putus asa dan tetap akan memperjuangkan lahan dimaksud. Mereka berencana akan berunjukrasa kembali ke DPRD dan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Labuhan Batu, dalam waktu dekat ini. (MB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: