Tiga Koruptor Divonis 6 Tahun Penjara

Mantan Pincab (pimpinan cabang) Bank Sumut Rantauprapat, Arwin Nasution dan kepala seksi kredit Yafiz Ham serta staf bagian kredit Manahan Tambunan divonis penjara selama 6 tahun. Mereka masing-masing dihukum 2 tahun penjara, denda Rp100 juta dan membayar uang pengganti sebesar Rp1,027 miliar, Senin (27/7), di Pengadilan Negeri Rantauprapat.
“Majelis hakim sependapat dengan Jaksa penuntut umum (JPU), menyatakan terdakwa Arwin Nasution terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan Yafiz Ham, Manahan Tambunan, Azwar Matondong (terdakwa berkas terpisah) dan bendaharawan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Djamatun Angkat (DPO, daftar pencarian orang) hingga merugikan keuangan negara dalam hal ini PT Bank Sumut sebesar Rp6.036.640.079,” tegas Ketua majelis hakim Ellyta Ras Ginting SH LLM saat membacakan amar putusannya didampingi hakim anggota Nelson Angkat SH dan Imelda Sitorus SH yang bersidang dibantu panitera pengganti Muhmudin Siregar dalam perkara terdakwa Arwin.
Dalam amar putusan majelis hakim yang dibacakan secara bergantian, menyatakan bahwa terdakwa Arwin Nasution penduduk Jalan Mistar, Gang Bersama No 8, Medan, menjabat pimpinan di Bank Sumut cabang Rantauprapat sejak tahun 2003-2005, memproses 43 perjanjian kredit bendaharawan Dinkes Labuhanbatu dan mencairkan permohonan kredit dimaksud tidak sesuai dengan Surat Edaran Direksi PT Bank Sumut dalam hal pemberian kredit sehingga terjadi kredit fiktif, kredit mark-up dan kredit mark-up plus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp6.036.640.079.
Majelis hakim berpendapat bahwa perbuatan yang mengakibatkan kerugian negara termasuk di bank, merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang momor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Terdakwa Arwin Nasution (56) dibebaskan dari dakwaan primer, dan dinyatakan terbukti bersalah sebagaimana dakwaan Subsidair melanggar pasal 3 ayat (1) jo pasal 18 UU no.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU no.20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU no.31 tahun 1999 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.
Jaksa penuntut umum (JPU) Ramli Damanik SH dan Sri Lastuti sebelumnya menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah sebagaima dalam dakwaan primer melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU 31/1999 jo UU 20/2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP, menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 6 tahun, denda Rp100 juta, subsider 6 bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp1.207.328.016.
Perkara ini terungkap setelah bendahara Dinkes Labuhanbatu Djamatun Angkat melarikan diri membawa uang gaji PNS Dinkes dari Bank Sumut cabang Rantauprapat sekitar Rp700 juta pada 1 Maret 2006.
Atas putusan majelis hakim, terdakwa Arwin yang didampingi penasihat hukunya Edwasyah serta Tim JPU menyatakan pikir-pikir. (MB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: