RUU Prajurit Wajib Disosialisasikan

Rancangan Undang-undang (RUU) Prajurit Wajib disosialisasikan. Selain untuk diketahui masyarakat, dalam sosialisasi itu juga diharapkan adanya kritik dan masukan untuk menyempurnakan RUU tersebut.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan RI Mayor Jenderal TNI Suryadi dalam sambutannya yang dibacakan Marsekal Pertama Sigit Herdianto, pada acara Konsultasi Publik Rancangan Undang-Undang Tentang Prajurit Wajib, Kamis (30/7) di Ruang Data dan Karya Kantor Bupati Labuhan Batu.
“Setiap penyusunan perundang-undangan harus mengkonsultasikannya kepada masyarakat luas. Agar nantinya, perundang-undangan tersebut benar-benar diketahui masyarakat luas. Dan, ikut serta memberikan tanggapan, saran dan kritisi, sehingga keluarannya benar-benar komprehensif, legitimatif dan sah secara hukum,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, untuk mencermati secara sekilas tentang dinamika pembangunan nasional bangsa. Khususnya lagi, pembangunan pertahanan negara berikut semua instrument operasionalnya.
“Sebagaimana dimaklumi bersama hingga saat ini postur pertahanan negara kita khususnya TNI belum mencapai titik normative minimal dalam perspektif minimum essential force,” ungkapnya.
Dalam situasi dan kondisi tertentu, upaya untuk mengisi kekurangan tersebut, kata dia, antara lain melalui pengerahan warga negara memasuki ikatan dinas sebagai prajurit wajib.

Untuk dapat terlaksananya pengerahan tersebut, maka penyusunan naskah RUU tentang prajurit wajib ini harus segera diselesaikan, khususnya pada tahapan konsultasi publik.
Sementara itu, Bupati Labuhan Batu HT Milwan dalam sambutannya mengatakan, prajurit wajib telah ada sejak TNI lahir.

Karena, Proklamasi Kemerdekaan dan hidup dengan Proklamasi 17 Agustus 1945, yang hakekatnya adalah sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional yang memiliki watak sebagai prajurit Indonesia yaitu bukan prajurit sewaan.
“Bukan menjual tenaganya dan bukan pula yang dibelokkan karena tipu dan nafsu kebendaannya. Namun, bertekad lebih baik hancur bersama-sama debunya kemerdekaan daripada hidup subur di alam penjajahan,” papar Milwan.
Sebagai prajurit bhayangkari bangsa dan negara dimasa datang, katanya, dalam suasana dan harapan rakyat serta tantangan globalisasi, bangsa Indonesia dihadapkan pada masalah-masalah yang sangat kompleks, yang akan menjadi tanggungjawab bersama, karena seluruh warga Negara Indonesia wajib untuk melakukan pembelaan terhadap bangsa dan negara.
Konsultasi Publik ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Labuhan Batu yang dihadiri Dandim 0209/LB Letkol CZI Ferry Arubinata dan unsur TNI dari Kodam I/Bukit Barisan. (MB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: