Peluang Perempuan Minim Jadi Pemimpin Labuhanbatu

Wakil Koordinator Konsorsium Kaum Muda Labuhanbatu Bersatu Rahmat Syukri Harahap menilai figur perempuan tidak memiliki peluang memimpin Kabupaten Labuhanbatu pada Pilkada 2010. Ini berkaitan erat dengan karakter dan perilaku masyarakat (pemilih) di daerah petro dollar tersebut.
Dari dulu hingga sekarang, lanjut Syukri pada diskusi rutin yang dilaksanakan sebulan sekali di Rantauprapat, kemarin, karakter masyarakat Labuhanbatu belum jauh berubah.
Maksudnya, sosok perempuan untuk dijadikan pemimpin belum bisa diterima. Hal ini disebabkan penanaman adat istiadat dan doktrin tafsir ajaran agama yang kuat.
Dari segi sosiologi kultural, sebut Syukri yang sedang menempuh studi ilmu hukum di Pascasarjana USU ini, daerah Labuhanbatu banyak didiami suku-suku yang sangat kental paham patriarkhi dan paternalistik.
“Pemberian peran-peran publik kepada kaum perempuan sangat minim, dikarenakan pemikiran masyarakat yang menganggap sosok perempuan lemah dan hanya harus mengurus urusan rumah tangga,” ucapnya.

Jikapun ada peran publik yang diperankan perempuan tidak begitu signifikan.
Labuhanbatu, menurut putra asli daerah penghasil sawit ini, dalam konteks peminisme belum seperti di kota dan daerah lain di Indonesia yang telah mengalami sentuhan pemikiran modern.

Lebih lanjut dikatakannya, jika sosok perempuan yang ditampilkan maka justru antipati dan resistensi yang tinggi muncul dari masyarakat. Dan ini juga dapat dilihat dalam sejarah kepemimpinan di Labuhanbatu, dimana tidak pernah dipimpin perempuan.
“Apalagi dalam wacana Pilkada 2010, sosok perempuan yang ditampilkan merupakan istri dari pejabat incumbent yang dikenal kerap menyakiti dan menzolimi rakyatnya ketika memimpin daerah ini,” bebernya.
“Saya tidak perlu membeberkan dosa apa saja yang telah dilakukan pejabat itu. Semua rakyat sudah tahu. Apalagi, konon katanya, kebijakan tidak populer itu dilaksanakan akibat sering dipengaruhi istrinya yang kini akan maju di pilkada Labuhanbatu,” tandas Syukri menambahkan. (MB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: